REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Amerika Serikat dinilai menghadapi kesulitan melindungi sekitar 50 ribu personel militernya di Timur Tengah dari serangan Iran yang masih memiliki persenjataan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar.
Laporan The Wall Street Journal pada Senin menyebut tiga rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pekan lalu.
Keberhasilan rudal tersebut menembus pertahanan udara AS menunjukkan tantangan yang dihadapi Washington dalam melindungi pasukannya di kawasan, menurut laporan itu.
Mengutip pejabat AS, surat kabar tersebut melaporkan serangan Iran menghantam barak prefabrikasi di pangkalan yang menampung personel militer AS. Laporan tersebut juga menyebut jenazah korban lain ditemukan di pangkalan, namun identitasnya belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 18 Juli mengatakan dua prajurit AS tewas dan satu lainnya hilang akibat serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.
sumber : Antara/Sputnik

6 hours ago
6










































