REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan hijau (green financing) sekitar Rp8,2 triliun sepanjang 2025. Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pelaku usaha menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) serta mempercepat transisi menuju bisnis berkelanjutan.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Stefano Ridwan mengatakan, pembiayaan hijau tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda keberlanjutan nasabah di berbagai sektor usaha.
"Di Indonesia sendiri, tahun lalu kami melakukan green financing sebesar kurang lebih sekitar 8,2 triliun Rupiah. Dan ini adalah bukti nyata komitmen dari Maybank Indonesia untuk bisa mendukung perusahaan-perusahaan pelaku usaha untuk melakukan transisi ke green financing, ke sustainability agenda mereka," ujar Stefano dalam Sustainability Day Maybank 2024 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Stefano menjelaskan, pembiayaan tidak hanya diberikan kepada korporasi besar, tetapi juga mendukung pembiayaan kendaraan listrik melalui Maybank Finance.
Menurut Stefano, dukungan kepada nasabah juga dilakukan melalui pendampingan teknis. Tim relationship manager bersama unit keberlanjutan perusahaan membantu memberikan edukasi, asistensi, dan panduan penerapan pembiayaan transisi.
"Kami juga membantu melalui RM-RM kami, specialist-specialist kami untuk bisa memberikan assist, memberikan guidance, bisa memberikan education juga dengan bekerja sama dengan grup sustainability," katanya.
Stefano menilai penerapan ESG kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha, terutama yang menyasar pasar ekspor. Sejumlah negara, khususnya di Eropa, mulai mensyaratkan standar keberlanjutan terhadap produk yang masuk ke pasar mereka.
"Lebih banyak regulator di luar negeri sana, contoh di Eropa, mendemand perusahaan yang melakukan ekspor ini harus sudah melakukan embrace ESG dulu. Kalau dia tidak melakukan itu, produknya menjadi tidak diterima dan akan menjadi kalah dengan barang-barang dari negara lain," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Group Head of Sustainability Maybank Group Dato' Shahril mengatakan, pembiayaan berkelanjutan di Indonesia merupakan implementasi strategi regional M25+ yang menargetkan mobilisasi pembiayaan berkelanjutan sekitar RM80 miliar di ASEAN selama periode 2021-2025.
Selain pembiayaan, Maybank Group menargetkan pemberdayaan ekonomi bagi dua juta masyarakat di kawasan ASEAN, terdiri atas 1,5 juta orang melalui pembiayaan sosial dan 500 ribu orang melalui program pemberdayaan langsung.
Dato' Shahril menyebut Indonesia menjadi salah satu fokus utama program tersebut. Melalui program Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (RISE), Maybank telah melatih sekitar 15 ribu peserta di Indonesia dari total 51 ribu peserta di ASEAN. Sebanyak 80 persen peserta di Indonesia merupakan penyandang disabilitas, sedangkan sisanya berasal dari kelompok rentan, termasuk ibu tunggal.
Ia juga menyoroti program Maybank Women Eco-Weavers yang telah berjalan selama 10 tahun. Program tersebut pertama kali dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebelum diperluas ke enam negara ASEAN.
Menurut Dato' Shahril, Maybank Group kini memiliki dua kerangka pembiayaan berkelanjutan, yakni Sustainable Product Framework yang diterbitkan pada 2022 dan Transition Finance Framework pada 2023. Kedua kerangka tersebut telah memperoleh pengakuan internasional sebagai acuan penyaluran pembiayaan berkelanjutan.
"Dengan adanya framework ini yang telah di-recognize di internasional, di mana mempunyai eligibility criteria, apa yang kita buat itu benar-benar proper," ujar Dato' Shahril.
Stefano menambahkan, Maybank Indonesia bersama Maybank Sekuritas Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan obligasi hijau (green bond) yang ditargetkan terealisasi pada semester II 2026.
"Tentu dengan berkolaborasi dengan Maybank Sekuritas, kita bisa menerbitkan green bonds, memang sudah ada dalam pipeline kita. Mudah-mudahan bisa di semester kedua," kata Stefano.
Selain itu, Maybank Indonesia sebelumnya telah meluncurkan instrumen pembiayaan berbasis prinsip syariah yang mengusung nilai keberlanjutan untuk memperluas pilihan produk ESG bagi nasabah.

2 days ago
9
















































