LDII DIY Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dengan Spirit Amal Jariyah

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki berbagai program yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, mulai dari penguatan ekonomi syariah, gerakan peduli lingkungan, hingga pendidikan karakter khas Yogyakarta. Program-program tersebut diharapkan dapat semakin dikenal luas melalui kolaborasi dengan insan pers.

Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, mengatakan kolaborasi dengan media penting untuk menyosialisasikan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan organisasi. LDII DIY selama ini menjadi bagian dari elemen masyarakat sipil yang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dengan spirit amal jariyah.

"Melalui silaturahmi Ramadhan dan buka bersama insan pers ini, kami ingin semakin mempererat komunikasi dan kerja sama antara LDII DIY dan media massa. Hubungan yang harmonis dengan insan pers sangat penting dalam menyampaikan informasi yang konstruktif kepada masyarakat secara luas," ujarnya, Jumat (6/3/2026) petang.

Di bidang pendidikan, Atus  menyampaikan, LDII DIY menaruh perhatian besar pada pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter. Program ini dilakukan melalui kegiatan keagamaan, pelatihan kepemimpinan, hingga pengembangan keterampilan. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui berbagai lembaga pendidikan seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Madrasah Diniyah Takmiliyah, sekolah, pondok pesantren, hingga majelis taklim. Pendidikan karakter tersebut juga dipadukan dengan budaya lokal Yogyakarta seperti andhap asor, tepo seliro, unggah-ungguh, dan semangat gotong royong.

"DPW LDII DIY memandang pembangunan berkelanjutan dan pendidikan karakter sebagai dua pilar penting dalam pembangunan masyarakat," kata dia.

"Di bidang dakwah sosial, LDII DIY menekankan pembinaan masyarakat melalus nilai-nilai akhlakul karimah, kejujuran, kerukunan, serta kerja sama. Nilai-nilai tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan," ucapnya.

LDII DIY, lanjutnya, juga mendorong penguatan ekonomi umat berbasis prinsip syariah. Pembinaan dilakukan melalui pengembangan usaha mikro dan kecil dengan menekankan etika bisnis Islam, transparansi pengelolaan usaha, serta kemandirian ekonomi. Program tersebut dijalankan melalui berbagai unit usaha seperti Usaha Bersama, KSPPS Bupelur, serta jaringan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang berada dalam naungan warga LDII.

Sementara di sektor lingkungan, Atus mengungkapkan LDII DIY selama ini aktif menjalankan berbagai gerakan berbasis komunitas. Salah satunya melalui gerakan “Kyai Peduli Sampah” yang mengajak masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah tangga hingga lingkungan masjid.

Melalui program Sedekah Sampah Akbar dan Sampah Jadi Jariyah, warga diajak mengelola limbah rumah tangga secara mandiri. Atus menyampaikan, salah satu praktiknya adalah gerakan Jugangan Ing Omah dan Jugangan Ing Masjid, yaitu pembuatan lubang kompos di pekarangan rumah maupun masjid untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi beban penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.

"Program ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri serta mengurangi behun penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ucapnya.

Gerakan lingkungan tersebut juga mendorong lahirnya berbagai kampung berbasis program iklim. Salah satunya Kampung Sangurejo di Sleman yang tengah dipersiapkan menuju kategori ProKlim Lestari tingkat nasional tahun 2026. Sementara itu, Padukuhan Kembang di Cirimulyo, Kulonprogo juga berhasil meraih Sertifikat ProKlim Utama 2025 berkat berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Di Gunungkidul, warga LDII di Bejiharjo, Karangmojo, juga mengembangkan inovasi budidaya lele tanpa bau amis menggunakan formula pakan berbahan empon-empon yang dikenal sebagai “Ramuan Barokah 354”.

Atus berharap sinergi dengan media dapat memperluas penyebaran informasi mengenai praktik-praktik baik yang dilakukan warga LDII di tengah masyarakat.

"Melalui sinergi tersebut, LDII DIY berharap kerja sama dengan insan pers dapat memperluas penyebaran informasi mengenai berbagai praktik baik yang dilakukan warga LDII di tengah masyarakat," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|