REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 494 calon jamaah haji asal Kota Yogyakarta siap diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA). Pemberangkatan ini menjadi yang pertama kalinya bagi jamaah Kota Yogya setelah sebelumnya harus melalui embarkasi di luar daerah.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, momentum ini menjadi kemudahan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat. "Tahun ini, kami dari Pemerintah Kota sangat bersyukur karena para calon jamaah haji kita tidak jauh embarkasinya. Di Kabupaten Kulon Progo Embarkasi YIA," katanya, Jumat (17/4/2026).
Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menjaga kondisi kesehatan selama di Tanah Suci. Selain itu, Wawan juga mengingatkan agar para jemaah menjaga sikap selama di Tanah Suci.
"Harapan kami para jamaah bisa lebih santun dan juga nanti pulang bisa membawa manfaat untuk masyarakat dan Kota Yogyakarta," ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Yogyakarta, Irfan Zainudin menyampaikan, ratusan jemaah tersebut akan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, 6, 7, dan 26. "Kloter 7 sejumlah 3 jamaah itu diikut di Kabupaten Bantul, kebetulan berkenan untuk nderek ke Kabupaten Bantul. Sementara pada kloter 26 total ada 136 jemaah," ucapnya.
Dia merinci, total jemaah terdiri dari 219 laki-laki dan 189 perempuan. Jamaah tertua adalah Sarminiah Sakimin Mulyono berusia 85 tahun, sementara yang termuda adalah Ardika Muhammad Zulfakar berusia 16 tahun. Keberangkatan dimulai dari kloter 1 pada 21 April 2026, kloter 6 pada 28 April, kloter 7 pada 29 April, dan kloter 26 pada 20 Mei 2026.
"Untuk umur 20 sampai 40 tahun itu sejumlah 41 orang. Untuk 41 tahun sampai 60 tahun itu ada 264 jemaah, serta di atas 60 tahun ada 189 jamaah," ucapnya.
Sementara itu, para jamaah juga diingatkan soal kondisi cuaca panas di Tanah Suci. Kasubag TU Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid mengatakan musim haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Timur Tengah.
Adapun suhu di siang hari bisa mencapai 30 hingga 35 derajat Celcius, sehingga jemaah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok lansia yang jumlahnya cukup besar, hampir 45–50 persen dari total jemaah. "Bulan Mei ini masih masuk musim panas," ujarnya.
"Kami menerapkan sistem di mana setiap regu memiliki satu ketua regu yang mendampingi jamaah lansia, risiko tinggi, maupun disabilitas," katanya. Jamaah juga diingatkan pentingnya menjaga pola makan dan kesehatan selama perjalanan ibadah.

3 hours ago
1
















































