Ilustrasi para petani memanen padi secara tradisional di sawah yang mereka garap, di lingkungan di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada masa panen raya padi Februari 2023 lalu. Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan antisipasi dalam menjaga produktifitas pertanian di tengah prediksi El Nino lemah yang berpeluang terjadi pada pertengahan tahun ini.
REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman. Para petani pun diminta segera mempercepat pelaksanaan musim tanam tersebut.
Kepala DKP3, Gatot Sulaeman, menyebutkan, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Majalengka untuk tahun 2026 meliputi jenis Urea sebanyak 36.400.000 kg, NPK sebanyak 28.514.000 kg, pupuk Organik 56.000 kg dan pupuk ZA sebanyak 354.000 kg.
“Ketersediaan pupuk aman,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Gatot pun mengimbau para petani untuk mempercepat proses tanam MT II. Pasalnya, berdasarkan prediksi yang disampaikan BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini.
“Sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan air, kami bersama BBWS juga telah koordinasi untuk mengantisipasinya. Bapak Bupati juga menyalurkan bantuan Kementan berupa pompa air kepada kelompok tani,” kata Gatot.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah koordinasi dengan Katimker penyuluh pertanian Majalengka. Hal itu guna memberikan pendampingan dan arahan kepada petani selama musim tanam berlangsung.

3 hours ago
1
















































