Lampu Mobil Kini Bisa Lebih Mahal dari Motor Bekas

4 hours ago 4

Jumali

Jumali Sabtu, 25 Juli 2026 22:37 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Biaya perbaikan kendaraan modern terus meningkat, bahkan untuk kerusakan yang tergolong ringan. Salah satu penyebab terbesar berasal dari sistem lampu kendaraan yang kini dipenuhi teknologi elektronik sehingga kerusakan pada satu bagian kecil sering berakhir dengan penggantian satu unit lampu secara utuh.

Kondisi tersebut membuat biaya perbaikan yang sebelumnya relatif terjangkau berubah menjadi jauh lebih mahal. Pada sejumlah model kendaraan, harga satu unit lampu depan bahkan dapat menyamai harga sebuah mobil bekas atau kendaraan roda dua yang masih layak digunakan.

Laporan terbaru dari Allianz menyebut teknologi lampu kendaraan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan biaya perbaikan kendaraan dalam beberapa tahun terakhir.

Data Allianz menunjukkan rata-rata harga satu unit lampu depan di Jerman meningkat dari 708 euro pada 2015 menjadi 1.251 euro pada 2025.

Kenaikan tersebut terjadi seiring berkembangnya teknologi pencahayaan yang semakin kompleks pada kendaraan modern.

Pada beberapa model kendaraan tertentu, harga satu unit lampu depan bahkan disebut mencapai 6.700 euro.

Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga lampu kendaraan konvensional yang selama bertahun-tahun hanya berfungsi sebagai perangkat penerangan dasar.

Teknologi Lampu Semakin Kompleks

Perkembangan teknologi membuat fungsi lampu kendaraan tidak lagi sebatas menerangi jalan.

Banyak kendaraan modern kini dibekali fitur seperti adaptive headlamp, matrix LED, hingga lampu laser yang terintegrasi dengan berbagai sensor dan modul elektronik.

Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keselamatan berkendara, terutama saat melintasi jalan minim penerangan.

Namun, kompleksitas perangkat tersebut juga membawa konsekuensi pada proses perbaikan.

Kerusakan kecil pada salah satu bagian sering kali membuat bengkel harus mengganti seluruh modul lampu karena komponen-komponennya dirancang menyatu.

Bukan Teknologinya yang Dipersoalkan

Menurut Allianz, persoalan utama bukan terletak pada penggunaan teknologi modern, melainkan pada desain komponen yang tidak mendukung proses perbaikan secara parsial.

Pada banyak kendaraan, lensa lampu, rumah lampu, dudukan, hingga modul elektronik tidak dapat dilepas dan diganti secara terpisah.

Akibatnya, kerusakan yang hanya terjadi pada satu komponen kecil tetap memerlukan penggantian seluruh unit lampu.

Kepala Allianz Center for Technology, Christian Sahr, mengibaratkan kondisi tersebut seperti membuang jas mahal hanya karena kehilangan satu kancing.

Ia menilai produsen kendaraan perlu mulai mempertimbangkan desain yang lebih mudah diperbaiki agar biaya perawatan kendaraan tidak terus meningkat.

Toyota Disebut Mulai Terapkan Sistem Modular

Dalam laporannya, Allianz mendorong produsen kendaraan dan regulator untuk membuka lebih banyak opsi perbaikan.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu menekan biaya yang harus ditanggung pemilik kendaraan maupun perusahaan asuransi.

Selain itu, pendekatan tersebut juga berpotensi mengurangi limbah karena komponen yang masih layak pakai tidak perlu ikut dibuang.

Allianz menyebut Toyota sebagai salah satu produsen yang mulai menerapkan konsep perbaikan modular pada beberapa model kendaraannya.

Melalui pendekatan tersebut, komponen seperti lensa lampu, rumah lampu, modul elektronik, hingga dudukan dapat diganti secara terpisah sesuai bagian yang mengalami kerusakan.

Sistem tersebut memungkinkan biaya perbaikan menjadi lebih efisien karena pemilik kendaraan tidak harus mengganti satu unit lampu secara keseluruhan.

Pendekatan modular juga dinilai mendukung upaya pengurangan limbah elektronik serta membantu menekan emisi karbon yang muncul dari proses produksi komponen baru.

Bagi pemilik kendaraan, konsep perbaikan seperti ini menjadi alternatif yang dapat mengurangi beban biaya ketika terjadi kerusakan pada sistem pencahayaan kendaraan modern yang semakin kompleks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|