Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 24,4 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai Rp1.592 triliun atau naik 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri melampaui rata-rata industri perbankan yang sebesar 12,7 persen per Juni 2026 berdasarkan data Bank Indonesia (BI). Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) bank only juga meningkat 17,1 persen secara tahunan menjadi Rp1.710 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didorong penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor produktif, mulai dari proyek strategis pemerintah, infrastruktur, energi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat,” ujar Riduan dalam Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri yang diikuti secara daring, Kamis (23/7/2026).
Hingga Juni 2026, penyaluran kredit pada ekosistem pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN) mencapai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Sementara itu, kredit usaha mikro meningkat 15,7 persen menjadi Rp31,3 triliun.

1 week ago
35















































