Prof Tjandra Ingatkan Dokter Perlu Punya Empati dan Einfühlung, Apa Itu?

1 hour ago 3

Dokter menggunakan media sosial (ilustrasi). Seorang dokter dinilai harus selalu memberikan empati kepada pasien, bagaimanapun kondisi yang dihadapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di media sosial viral sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang menuliskan komentar nirempati pada curhatan pasien BPJS yang belum mendapatkan kamar rawat di sebuah rumah sakit. Tak lama setelah curhatan itu, pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan dikabarkan meninggal dunia.

Menanggapi kejadian ini, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Paru sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan seorang dokter harus selalu memberikan empati kepada pasien, bagaimanapun kondisi yang dihadapi. Menurut dia, pasien yang sedang sakit tidak hanya mengalami persoalan fisik, tetapi juga dapat menghadapi tekanan pikiran akibat situasi yang sedang dialaminya.

"Seorang dokter tentu harus memberi empati pada pasien, bagaimanapun keadaannya karena pasien memang sedang sakit yang bukan hanya fisik tetapi juga mungkin ada tekanan pemikiran menghadapi situasi yang ada," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (5/8/2026).

Bukan hanya empati, kata dia, dokter juga harus memiliki jiwa "einfühlung" yang berarti kemampuan untuk menyelami, ikut merasakan, dan memahami beban mental serta penderitaan pasiennya secara mendalam. Jadi, dokter tidak hanya mengobati penyakit fisik semata, tetapi juga peduli pada kondisi psikologis pasien.

"Ini adalah pengertian lebih mendasar dari dari konsep empati. Einfühlung menggambarkan kemampuan seseorang untuk menyelami, meresapi, atau ikut merasakan isi jiwa dan sudut pandang orang lain, dalam hal ini dokter perlu dan harus punya einfuhlung pada pasien," ujar Prof Tjandra.

Dia menilai kasus ini sangat memprihatinkan, karena menunjukkan adanya dokter yang tidak memiliki empati terhadap kondisi pasien. la mengingatkan bahwa pasien tidak hanya mengeluhkan kondisi sakitnya, tetapi juga berbagai keadaan lain yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

"Tentu memprihatinkan kalau ada dokter yang tidak berempati pada keadaan pasiennya, dan tidak einfühlung tentang apa yang dirasakan pasiennya. Harus diingat bahwa pasien bukan hanya mengeluhkan keadaan sakitnya tetapi juga berbagai keadaan yang terkait dengan keadaan sakitnya, dan ini harus dipahami dan diberi empati memadai," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|