Komandan Kataeb Hizbullah di Irak Tewas dalam Serangan AS-Israel

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang komandan senior kelompok milisi pro-Iran di Irak, Kataeb Hizbullah, dilaporkan tewas dalam serangan yang menghantam wilayah selatan negara itu, sekaligus menambah daftar korban di tengah meluasnya konflik regional yang kini merembet ke berbagai front di Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal Kataeb Hizbullah, Ahmad al‑Hamidawi, menyampaikan duka atas kematian komandan mereka, Ali Hussein al‑Freiji, dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menggambarkan al-Freiji sebagai "seorang komandan besar" yang telah bergabung dengan kelompok tersebut lebih dari dua dekade lalu.

Menurut dua sumber dari faksi tersebut yang berbicara kepada AFP, sebagaimana dikutip Kamis (5/3/2026), serangan tersebut menghantam sebuah kendaraan di dekat basis utama kelompok itu di Irak selatan. Serangan itu awalnya dilaporkan menewaskan dua orang.

Namun, jumlah korban kemudian bertambah menjadi tiga orang setelah dikonfirmasi bahwa komandan Ali Hussein al-Freiji juga termasuk di antara korban tewas.

Salah satu sumber dari kelompok itu menyebut serangan tersebut sebagai "serangan Zionis-AS".

Basis Jurf al-Nasr, yang menjadi markas kelompok itu, sebelumnya juga disebut sebagai target pertama di Irak dalam serangkaian serangan yang dituding dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat, sebelum kemudian meluas ke wilayah lain.

Sejak pecahnya perang di kawasan, serangan-serangan semacam itu dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 15 pejuang, sebagian besar berasal dari Kataeb Hezbollah.

Irak sendiri dalam beberapa tahun terakhir sempat menikmati kondisi keamanan yang relatif lebih stabil. Namun negara itu sejak lama menjadi arena persaingan pengaruh antara AS dan Iran, yang sering kali menjadikannya medan konflik proksi.

Pemerintah Irak sebelumnya menyatakan tidak ingin terseret ke dalam perang regional yang makin meluas. Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan negara tersebut tetap terdampak oleh eskalasi konflik.

Adapun sejumlah kelompok bersenjata yang didukung Iran, yang secara kolektif dikenal sebagai "Perlawanan Islam di Irak", dilaporkan terus melancarkan serangan drone hampir setiap hari terhadap pangkalan militer AS di negara itu.

Kataeb Hezbollah merupakan salah satu kelompok yang berada dalam jaringan tersebut.

Pada Kamis, kelompok Perlawanan Islam di Irak juga mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Eropa agar tidak ikut terlibat dalam perang.

Mereka memperingatkan bahwa jika negara-negara Eropa bergabung dalam konflik, maka "pasukan dan pangkalan mereka di Irak dan kawasan akan menjadi sasaran."

Di tengah situasi yang semakin tegang, Iraqi News Agency (INA) melaporkan bahwa pasukan keamanan Irak berhasil menyita dua roket beserta sebuah peluncur roket di provinsi Basra di selatan negara itu.

Roket tersebut dilaporkan telah dipasang dan siap digunakan untuk menargetkan sebuah negara tetangga.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|