Merekam video saat di tempat gym (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan ketegangan di pusat kebugaran. Dalam video tersebut, pemilik akun Nyimas Laula menggunggah video ketika sedang mengangkat beban di tempat gym.
Dalam video itu, dia tampak emosional saat melakukan latihan angkat beban. Ketegangan memuncak ketika seorang pria melintas di depan kamera yang ia gunakan untuk mendokumentasikan latihannya.
Hal tersebut memecah konsentrasi Nyimas, dia pun membanting barbel yang tengah diangkat. Situasi memanas ketika dia mencoba kembali mengangkat beban namun gagal menyelesaikannya. Dia lantas melontarkan kata-kata kasar.
Sadar dirinya menjadi pusat pembicaraan dan menuai banyak hujatan, Nyimas memberikan klarifikasi melalui platform Threads. Ia menegaskan bahwa kemarahannya bukan tanpa alasan jelas.
Menurut dia, pria yang melintas tersebut sudah berulang kali mondar-mandir mengganti dumbbell dan memilih melipir lewat area platform khusus, padahal masih ada ruang kosong lain yang bisa dilalui untuk berjalan. Nyimas menyebut tempat ia berdiri adalah dedicated platform untuk olympic weightlifting.
Saat itu situasi sedang dalam kondisi kelas, serta ia tengah berupaya memecahkan rekor pribadi atau attempt personal record (PR). Dia berargumen bahwa tindakan melintas di area sensitif tersebut sangat membahayakan keselamatan fisik sang lifter maupun orang yang lewat jika terjadi kecelakaan akibat hilangnya keseimbangan beban.
Kehadiran kamera, tripod, dan dorongan untuk mendokumentasikan progres latihan kini telah menjadi pemandangan sehari-hari di pusat kebugaran. Namun, di manakah batas antara hak pribadi untuk merekam dan hak publik untuk menggunakan fasilitas bersama secara nyaman?

3 hours ago
3











































