Kenang Tragedi Longsor Sampah 21 Tahun Silam, Pemkot Cimahi Bangun Monumen di Eks TPA Leuwigajah

1 hour ago 3

Warga Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, memperingati tragedi longsor di eks TPA Leuwigajah. Di lokasi itu rencananya akan dibangun sebuah monumen peringatan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Sebuah monumen peringatan bakal dibangun di kawasan eks TPA Leuwigajah di Kota Cimahi, Jawa Barat. Monumen dibangun untuk mengenang 157 jiwa korban yang tertimbun longsor sampah di TPA tersebut pada 21 Februari 2005.

Desain monumen yang akan dibangun di lahan eks TPA Leuwigajah yang masuk administrasi wilayah Kota Cimahi itu sudah dipilih berdasarkan hasil sayembara yang dilakukan akhir tahun 2025. Konsep monumen peringatan itu tergambar berupa dinding kaca transparan dengan grafir menampilkan nama-nama korban serta visi dan misi daerah. Kaca dipilih karena kuat dan tahan lama. 

Bentuk monumen meruncing setinggi 9 meter menyerupai kujang sebagai simbol keteguhan masyarakat dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Kemudian sampah akan dimanfaatkan sebagai elemen monumen untuk membangun kesadaran kolektif akan bencana sampah, serta usunan botol kaca dapat dibentuk menyerupai berbagai bentuk motif maupun pola

khas daerah. 

"Untuk tragedi longsor sampah tahun kemarin sudah ada gambarnya, tinggal penganggaran dan kapan kita akan mulai sehingga memperingati para korban yang tertimbun tanah longsor," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Rabu (25/2/2026). 

Dalam upaya mengurangi sampah, monumen menggunakan plastik multilayer (MLP) bernilai ekonomi rendah. Selain itu, sampah plastik terurai sangat lama, bahkan hingga 50 tahun. Menurut Ngatiyana, Monumen Peringatan Tragedi TPA Leuwigajah dirancang sebagai ruang transformasi kesadaran, dari mengenang hingga berkomitmen terhadap tanggungjawab ekologis.

Monumen ini terintegrasi dengan Kampung Adat Cireundeu sebagai ruang pembelajaran budaya, penghubung kawasan, dan pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Aspek mempelajari diwujudkan melalui plaza edukasi dengan papan-papan informasi tentang desa adat dan kebudayaan lokal. Fasilitas lainnya seperti ampliteater, plaza hingga termpat parkir akan menjadi pelengkap keberadaan monumen. 

"Kita abadikan agar Kampung Adat Cireundeu juga mengingat sodara-sodaranya yang menjadi korban. Mudah-mudahan tahun ini ada anggarannya kalau tidak ada tahun depan," ujar Ngatiyana.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|