Kemenhan: Tak Ada Lagi Latihan Senjata atau Taktik Militer untuk Calon Manajer Kopdes

1 day ago 7

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan tidak akan ada lagi latihan dengan senjata ataupun taktik militer dalam pelatihan terhadap Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan bahwa hal itu merupakan hasil evaluasi setelah adanya lima peserta SPPI yang meninggal dunia. Kini, kata dia, pelatihan terhadap SPPI KDKMP sudah sangat berbeda dibanding yang sebelumnya.

"Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kini para peserta hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan. Dia mengatakan pelatihan kedisiplinan yang dimaksud adalah para peserta perlu disiplin dalam mengikuti jadwal harian.

Pada intinya, dia mengatakan pelatihan yang diberikan juga adalah soal kepemimpinan agar para calon manajer koperasi itu mempunyai bekal. Pasalnya, seorang manajer nantinya memiliki sejumlah staf yang akan dipimpin.

"Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|