Aksi penanaman 676 pohon dalam rangka peringatan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia di Vihara Bakti Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan kian disorot seiring menguatnya gerakan ekoteologi yang digagas Kementerian Agama (Kemenag).
Kalangan muda didorong menjadi motor perubahan melalui aksi nyata berbasis nilai spiritual.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kemenag menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengimplementasikan ekoteologi hingga ke tingkat akar rumput.
Hal ini sejalan dengan program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam dua tahun terakhir.
Dirjen Bimas Buddha Kemenag, Supriyadi mengatakan, penguatan ekoteologi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
Menurut dia, kesadaran ekologis generasi muda masih perlu ditingkatkan, terutama di tengah gaya hidup instan yang cenderung menghasilkan banyak sampah.
"Ini yang seharusnya kita coba sadarkan juga dari para generasi muda sendiri," ujar Supriyadi saat aksi penanaman 676 pohon dalam rangka peringatan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia di Vihara Bakti Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, langkah sederhana seperti membawa alat makan sendiri hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
Momentum peringatan 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia dimanfaatkan oleh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) DKI Jakarta untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai spiritual.

3 hours ago
1

















































