Kasus Bullying Marak, Pencegahan di Sekolah Didorong Sejak Dini

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Koordinator Women on Working Group (WoW) Wilmar Central Kalimantan Project Sarimanah mendorong penguatan upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting guna melindungi siswa sekaligus membangun karakter generasi muda sejak dini.

Sarimanah menjelaskan Wilmar menjalankan sosialisasi program anti-bullying di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program tersebut telah berjalan sejak 2019 melalui integrasi materi anti-bullying dalam kurikulum Sekolah Bina Bangsa di Sampit, Kalimantan Tengah.

“Kami ingin menekan potensi terjadinya perundungan sedini mungkin sebagai bagian dari upaya melindungi dan membentuk karakter generasi muda,” kata Sarimanah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Ahad (8/3/2026).

Program tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Edukasi anti-bullying tidak hanya disampaikan melalui materi teori, tetapi juga dikembangkan lewat berbagai kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengenali tanda-tanda perundungan, memahami langkah penanganan serta pencegahan, hingga memperoleh pendampingan apabila menjadi korban. Para siswa juga diajak menyampaikan pesan anti-bullying melalui berbagai pentas seni bertema empati, persahabatan, dan saling menghargai.

Sarimanah menilai penerapan kurikulum tersebut mulai menunjukkan dampak positif di lingkungan sekolah. “Kami melihat perubahan perilaku positif pada siswa, baik dalam berinteraksi maupun dalam menyelesaikan konflik secara sehat,” ujarnya.

Penguatan program juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas tim pelaksana. Tim WoW Wilmar mengikuti pelatihan pencegahan kekerasan terhadap anak dan anti-bullying yang difasilitasi International Labour Organization (ILO) serta United Nations Children’s Fund (UNICEF).

Pelatihan tersebut memberikan bekal bagi tim untuk memperkuat pendekatan edukasi sekaligus memperluas cakupan program ke sekolah lain di wilayah operasional perusahaan.

“Dengan dukungan dari lembaga internasional tersebut, kami berharap dapat terus memperluas dampak positif program ini ke lebih banyak sekolah di wilayah operasional Wilmar,” tutur Sarimanah.

Ia berharap upaya pencegahan perundungan tidak berhenti di lingkungan sekolah binaan. Dukungan masyarakat luas dinilai penting agar kesadaran bersama dalam mencegah bullying semakin kuat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|