KAI Update Penanganan Korban Bekasi Timur, 24 Masih Dirawat

3 hours ago 3

KAI Update Penanganan Korban Bekasi Timur, 24 Masih Dirawat Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Kereta Rel Listrik di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (2/1/2022). Bisnis - Suselo Jati

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperbarui penanganan terhadap pelanggan yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu (2/5/2026) pukul 07.00 WIB, dari total 106 pelanggan yang tercatat terdampak, sebanyak 76 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 24 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan maksimal selama proses pemulihan. KAI tidak hanya memberikan dukungan medis, tetapi juga layanan psikologis berupa trauma healing bagi korban dan keluarga.

“Kami memastikan setiap pelanggan mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara fisik maupun mental. Proses pemulihan tidak bisa instan, sehingga kami hadir untuk mendampingi hingga kondisi mereka benar-benar pulih,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, KAI masih mengoperasikan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Posko ini menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan bantuan administrasi, informasi kesehatan lanjutan, hingga pendampingan psikososial secara bertahap.

Selain penanganan korban, KAI juga terus mengupayakan pengembalian barang milik pelanggan yang sempat tertinggal saat kejadian. Data terbaru per 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB mencatat sebanyak 115 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 57 barang sudah diserahkan kepada pemiliknya, sedangkan 58 barang lainnya masih dalam proses identifikasi dan verifikasi.

KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk segera melapor dan mengambilnya melalui posko resmi di lokasi. Proses ini dilakukan dengan ketat guna memastikan barang kembali ke pemilik yang tepat.

Di tengah proses pemulihan, dukungan masyarakat juga terus mengalir. Sejumlah warga dan komunitas datang ke lokasi untuk menyampaikan doa, bahkan meninggalkan bunga sebagai bentuk empati terhadap korban. Suasana ini menjadi simbol solidaritas publik sekaligus penguat bagi keluarga korban.

Sementara itu, operasional di Stasiun Bekasi Timur telah kembali berjalan normal sejak 28 April 2026. Data terbaru menunjukkan aktivitas penumpang mulai pulih, dengan volume pengguna mencapai 15.774 orang untuk Gate In dan 20.575 orang untuk Gate Out. Angka ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KRL perlahan kembali.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan kehidupan keluarga korban. Salah satu langkah konkret adalah pemberian jaminan pendidikan bagi anak-anak dari pelanggan yang meninggal dunia.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat aspek keselamatan serta terus mendampingi keluarga korban agar tetap memiliki harapan,” katanya.

KAI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|