Jeff Bezos Selangkah Lagi Kuasai 30 Persen Saham Liverpool

4 hours ago 5

Harianjogja.com, JOGJA— Liverpool berpotensi memasuki babak baru dalam sejarah kepemilikannya. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk menjadi bagian dari konsorsium investor yang akan membeli sekitar 30% saham klub berjuluk The Reds tersebut dengan nilai transaksi mencapai sekitar 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp27 triliun.

Kabar itu pertama kali dilaporkan Sky News pada Senin (10/8/2026) dan kemudian dikonfirmasi sejumlah media internasional, termasuk BBC dan Reuters. Jika transaksi tersebut rampung, Liverpool akan memiliki dukungan dari tiga miliarder dunia dalam struktur kepemilikannya.

Selain Jeff Bezos, konsorsium tersebut juga melibatkan Amit Bhatia, pengusaha Inggris-India yang memimpin kelompok investor, serta Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook. Kehadiran nama-nama besar tersebut langsung memicu perhatian publik sepak bola internasional karena nilainya termasuk yang terbesar dalam sejarah investasi klub sepak bola.

Valuasi Liverpool Tembus Rp88 Triliun

Kesepakatan yang sedang dipersiapkan itu disebut menempatkan nilai Liverpool pada kisaran 4,4 miliar pound sterling atau sekitar Rp88 triliun.

Dengan valuasi tersebut, porsi kepemilikan sekitar 30% saham bernilai sekitar 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp27 triliun. Sejumlah sumber bahkan menyebut porsi saham yang dibeli konsorsium berpotensi sedikit lebih besar dari angka tersebut.

Masuknya Bezos dan Saverin juga akan memperkuat dukungan finansial Liverpool. Berdasarkan data Forbes, kekayaan Jeff Bezos diperkirakan mencapai lebih dari 207 miliar pound sterling atau sekitar Rp4.100 triliun.

Sementara itu, Eduardo Saverin disebut memiliki kekayaan lebih dari 23,7 miliar pound sterling atau sekitar Rp470 triliun. Kombinasi modal dari para investor tersebut membuat Liverpool berpotensi memiliki salah satu basis pemilik paling kuat secara finansial di dunia sepak bola.

FSG Siapkan Pengumuman Transaksi

Fenway Sports Group (FSG) selaku pemegang saham pengendali Liverpool sejak 2010 dikabarkan tengah menyiapkan pengumuman resmi terkait transaksi tersebut.

Salah satu sumber menyebut pengumuman dapat dilakukan paling cepat pekan ini. Namun, terdapat kemungkinan jadwal tersebut mundur hingga pekan depan.

Langkah ini menjadi perkembangan penting dalam perjalanan kepemilikan Liverpool. FSG sebelumnya mengambil alih klub pada 2010 dengan nilai sekitar 300 juta pound sterling ketika Liverpool menghadapi tantangan finansial yang cukup berat.

Sejak saat itu, nilai klub terus meningkat tajam. Pada 2023, Dynasty Equity membeli sebagian kecil saham Liverpool dengan valuasi klub yang dilaporkan telah melampaui 3,3 miliar pound sterling.

Apabila transaksi terbaru menggunakan valuasi 4,4 miliar pound sterling, maka nilai Liverpool telah melonjak berkali-kali lipat dibanding saat pertama kali diakuisisi FSG.

Peter Moore Sebut Bisa Jadi Awal Exit Strategy

Mantan CEO Liverpool, Peter Moore, menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi keluar atau exit strategy FSG di masa mendatang.

Pandangan itu muncul mengingat para pemilik utama FSG kini telah memasuki usia 70-an tahun. Masuknya investor baru dalam jumlah besar dinilai dapat membuka berbagai opsi strategis terkait masa depan kepemilikan klub.

Meski demikian, hingga saat ini pembahasan yang berlangsung masih terkait investasi minoritas strategis dan belum mengubah status FSG sebagai pemegang kendali utama Liverpool.

Sosok Amit Bhatia di Balik Konsorsium

Nama Amit Bhatia menjadi figur sentral dalam transaksi tersebut. Pengusaha Inggris-India berusia 46 tahun itu memiliki pengalaman panjang di dunia investasi dan pernah berkarier sebagai investment banker.

Saat ini Bhatia mengelola perusahaan investasi multiaset AyBe Capital yang berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari teknologi, media, properti, ritel hingga kesehatan.

Ia juga dikenal sebagai menantu miliarder baja India, Lakshmi Mittal, setelah menikah dengan Vanisha Mittal Bhatia.

Di dunia sepak bola, Bhatia bukan sosok baru. Ia pernah menjadi pemegang saham klub Championship, Queens Park Rangers, selama 19 tahun sebelum melepas kepemilikannya pada Juli 2026.

Jeff Bezos dan Eduardo Saverin Masuk Dunia Sepak Bola

Keterlibatan Jeff Bezos menjadi sorotan karena pendiri Amazon tersebut selama ini tidak banyak dikaitkan dengan investasi klub sepak bola.

Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dari sebuah garasi di Seattle sebelum berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Selain Amazon, ia juga memiliki investasi di Blue Origin serta The Washington Post melalui Nash Holdings.

Sementara itu, Eduardo Saverin sebelumnya pernah masuk dalam konsorsium yang mengajukan penawaran untuk membeli Chelsea pada 2022, meski upaya tersebut tidak berhasil.

Masuknya dua nama besar dari sektor teknologi global itu menunjukkan semakin tingginya daya tarik klub sepak bola elite sebagai aset investasi bernilai tinggi.

Liverpool Buka Peluang Investasi Baru

Seorang juru bicara FSG sebelumnya menyatakan bahwa konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia telah menyampaikan minat untuk melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool.

"Sebuah konsorsium investasi yang dipimpin, dikelola, dan diwakili oleh Amit Bhatia telah menyatakan minat untuk melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool Football Club,"

FSG maupun Liverpool belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai waktu penyelesaian transaksi tersebut. Juru bicara konsorsium yang dipimpin Bhatia juga memilih tidak memberikan pernyataan.

Namun, CEO Liverpool Billy Hogan sebelumnya telah menegaskan bahwa klub selalu terbuka terhadap peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan Liverpool di masa depan.

Jika transaksi ini berhasil diselesaikan, Liverpool tidak hanya mendapatkan tambahan modal besar, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu klub sepak bola paling bernilai dan paling menarik bagi investor global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|