Jalur Selatan Nagreg Jabar ke Garut Hingga Jateng Mulai Dipadati Pemudik

3 hours ago 2

Kepadatan arus lalu lintas dan sejumlah titik kemacetan terjadi di jalur selatan saat arus mudik Lebaran seperti di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/3/2025). Puncak arus mudik diperkiran terjadi hingga malam H-1 Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemudik yang melintasi jalur selatan Nagreg, Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan jelang Lebaran tahun 2026. Puncak arus mudik di Jalur Nagreg menuju Tasikmalaya, Garut hingga ke Jawa Tengah diprediksi bakal terjadi pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Ruddy Heryadi mengatakan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah mengingat cuti Lebaran yang cukup panjang tahun ini. Dengan begitu, masyarakat dapat leluasa memilih kapan untuk pulang kampung.

"Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy saat dihubungi, Selasa (17/3).

Ia mengatakan kepadatan lalu lintas pun diperkirakan tidak akan mengalami tingkat keparahan yang besar. Hal itu disebabkan rekayasa lalu lintas yang berjalan efektif dan kebijakan mudik gratis serta cuti bersama.

"Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisasi," kata dia.

Ia melanjutkan pada H-5 Lebaran kendaraan yang melintas di Jalur Nagreg mengalami peningkatan yang signifikan. Kendaraan itu melaju menuju arah Garut hingga Jawa Tengah.

Sampai dengan Senin (16/3) malam, jumlah kendaraan pemudik yang melintas Nagreg sebanyak 63.181. Angka ini meningkat dibandingkan H-6 atau Ahad malam yang jumlahnya 61.425 kendaraan. Sedangkan pada Selasa (17/3/2026) pagi sebanyak 21.610 kendaraan melintasi Nagreg.

Ia mengimbau para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Termasuk memastikan kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|