REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memberikan pelatihan kepada 500 imam masjid untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat secara konkret.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa seorang imam tidak hanya dituntut memiliki suara yang baik, tetapi juga harus kompeten dalam pemahaman fikih, ketepatan bacaan, serta mampu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan dalam ibadah.
“Imam adalah teladan. Karena itu, kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi ilmu, praktik, maupun kesiapan dalam memimpin pelaksanaan salat berjamaah,” ujarnya di Makassar, Rabu.
Menurut dia, imam yang berkualitas akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas jamaah serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Dalam pelatihan tersebut, para imam mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam mengenai fikih imamah, tata cara pelaksanaan salat sesuai sunnah, hingga penanganan berbagai persoalan teknis yang kerap terjadi saat salat berjamaah.
Selain itu, para imam juga dibekali peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj, guna memastikan setiap imam mampu memimpin ibadah dengan baik dan benar.
Kegiatan coaching clinic ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu imam, tetapi juga mendorong adanya standardisasi bacaan dan praktik salat di seluruh masjid di Kota Makassar, sehingga pelayanan ibadah kepada masyarakat dapat berlangsung lebih berkualitas, seragam, dan menenangkan.
Munafri menekankan pentingnya keseragaman dan peningkatan kapasitas imam rawatib dalam memimpin salat berjamaah. Berdasarkan pengalamannya berkeliling masjid di berbagai wilayah, ia masih menemukan perbedaan cara imam dalam memimpin salat.
“Selama ini saya berkeliling masjid di Kota Makassar, dan memang masih berbeda-beda cara imam. Sehingga dibutuhkan satu kesepahaman dan keseragaman agar imam bisa memberikan pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar memimpin salat, imam masjid memiliki peran strategis sebagai pembimbing umat dalam kehidupan sehari-hari. Imam menjadi rujukan masyarakat dalam memahami ajaran Islam, baik terkait ibadah maupun persoalan sosial keagamaan yang dihadapi warga.
Imam juga berperan sebagai pengayom yang hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi-situasi penting seperti konflik sosial, musibah, maupun persoalan keluarga. Kehadiran imam diharapkan mampu memberikan ketenangan serta solusi yang bijak berdasarkan nilai-nilai keislaman.
sumber : Antara

3 hours ago
6













































