IDAI Nilai Campak Lebih Perlu Diwaspadai Dibandingkan Hantavirus

4 hours ago 3

Dokter menyiapkan vaksin campak sebelum di suntikan kepada seorang anak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bekerja sama dengan Rumah Vaksinasi Pusat menyelenggarakan vaksinasi massal campak gratis bagi anak usia 9 hingga 59 bulan sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan anak Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus campak pada anak menunjukkan peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama, terlebih menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri yang biasanya diiringi dengan tingginya mobilitas masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi campak (MR) pada anak yang masih sehat sebagai langkah perlindungan optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memyatakan hantavirus bukanlah ancaman mendesak bagi masyarakat Indonesia. Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof Dr Dominicus Husada, Indonesia justru perlu lebih mewaspadai campak yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.

"Campak ini mulai 2-3 tahun lalu sampai hari ini belum tuntas juga. Ini yang membuat saya prihatin. Jadi menurut saya, kita tidak perlu fokus pada hal di luar sana, sementara ini rumah kita ini sedang terbakar," kata Guru Besar bidang ilmu PD3I Universitas Airlangga tersebut dalam diskusi virtual IDAl pada Jumat (8/5/2026).

Kasus campak di Indonesia sendiri sempat meningkat tajam pada awal tahun. Puncak kasus terjadi pada pekan pertama dengan 2.932 suspek dan 2.220 kasus campak. Namun setelah pekan ketiga, tren kasus pekanan mulai menurun secara bertahap. Pada pekan ke-12, jumlah suspek tercatat turun menjadi 211 kasus dan kasus campak menjadi 146 kasus, menurut laporan Kementerian Kesehatan per 30 Maret 2026.

Prof Dominicus menjelaskan bahwa hantavirus terutama strain Andes, yang merebak di kapal pesiar, tidak menyebar secara masif atau cepat seperti halnya Covid-19. Umumnya hantavirus ditularkan antarmanusia melalui saluran napas dengan kontak erat.

la menjelaskan bahwa kontak erat itu seperti kontak antara teman sepermainan, rekan kerja yang berada dalam satu ruangan kantor yang sama, teman satu kelas di sekolah, hingga anggota keluarga dalam satu rumah.

"Jadi benar-benar orang yang dalam kontak erat. Seperti yang di kapal pesiar itu kan pasien awalnya suami istri. Kalau hanya selewat, saya kira itu tidak akan tertular, kecil kemungkinannya lah," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|