Assyifa Gandeng Lembaga Turkiye Gelar Sayembara Literasi Pelajar

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG — Lembaga Pendidikan Assyifa menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan asal Turkiye, Hayrat Foundation, untuk memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya meningkatkan minat baca generasi muda di tengah tantangan era digital.

Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan delegasi Hayrat Indonesia yang dipimpin Presiden Hayrat Indonesia Celal Akar ke kantor Assyifa pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan membahas pengembangan literasi pelajar, pendidikan Islam, serta peluang kolaborasi sosial dan kemanusiaan.

Rendahnya tingkat literasi pelajar menjadi perhatian kedua lembaga. Isu tersebut kembali mengemuka setelah hasil Tes Kemampuan Akademik tahun ini dinilai menunjukkan masih lemahnya kemampuan literasi peserta didik.

Sebagai tindak lanjut, Assyifa dan Hayrat menyiapkan sayembara literasi berhadiah bagi pelajar. Program ini diharapkan mendorong kebiasaan membaca sekaligus memperluas partisipasi pelajar dalam kegiatan literasi.

“Sayembara ini telah kami lakukan di Turkiye bekerjasama dengan kementrian pendidikan. Saat ini kami telah menyentuh sekitar lima ratus ribu peserta,” ujar Celal Akar.

Celal menjelaskan program serupa telah dilaksanakan di lebih dari 30 negara. Di Indonesia, kegiatan sebelumnya digelar secara daring dengan jumlah peserta terbatas. Kedua lembaga berencana menyelenggarakan kegiatan secara luring agar menjangkau lebih banyak pelajar.

Ketua Yayasan Assyifa KH Lalu Agus Pujiarta mengatakan program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan literasi yang menjangkau sekolah-sekolah lebih luas.

“Ke depannya, Assyifa dan Hayrat akan meluaskan jangkauan sayembara ini ke sekolah-sekolah lain di Subang, Jawa Barat bahkan seluruh Indonesia,” katanya.

Selain literasi, pertemuan juga membahas penguatan pendidikan Islam melalui pendekatan Islamic worldview dalam pembelajaran sains. Celal menilai sains dan wahyu perlu dipahami secara terpadu dalam melihat alam semesta.

“Sains mengajari kita membaca dengan makna ismi, melihat setiap wujud di alam semesta sebagai dirinya sendiri. Sedangkan wahyu mengajari kita membaca alam dengan makna harfi, di mana makna hakikinya ditemukan sebagai mahakarya Sang Pencipta,” katanya.

Pandangan tersebut diperkuat Direktur Institut Ayasofya UIN Jakarta Nurul Hadi. Ia menilai pendekatan tersebut menghadirkan cara pandang holistik antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan.

“Setiap wujud di alam ini tidak lain adalah alamat atau ayat yang memanifestasikan asma dan sifat Allah,” jelasnya.

Assyifa dan Hayrat akan menyusun kerangka pembelajaran Islamic worldview dalam sains bagi pelajar Assyifa. Kerja sama internasional tersebut diharapkan memperluas penguatan literasi sekaligus pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|