Hujan Lebat Picu Longsor di Kamal Sukoharjo, Enam Titik Terdampak

8 hours ago 3

Hujan Lebat Picu Longsor di Kamal Sukoharjo, Enam Titik Terdampak Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Hujan lebat berintensitas tinggi memicu tanah longsor di enam titik permukiman warga Dusun Jatirejo, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Sabtu (28/2/2026) petang. Retakan tebing tanah akibat longsor mengancam keselamatan sejumlah rumah yang berada sangat dekat dengan lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, hujan deras mengguyur wilayah Sukoharjo dan sekitarnya sejak sore hari. Kondisi tersebut memicu pergerakan tanah di kawasan perbukitan Desa Kamal hingga menyebabkan longsor di enam lokasi berbeda di tengah permukiman penduduk.

Longsoran terparah terjadi pada tebing tanah sepanjang sekitar 12 meter dengan ketinggian kurang lebih lima meter. Jarak antara tebing yang longsor dengan bangunan rumah warga hanya sekitar satu meter, sehingga berpotensi membahayakan penghuni.

BPBD Lakukan Penanganan Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan petugas BPBD bersama relawan langsung mendatangi lokasi pada Sabtu malam untuk melakukan penanganan awal.

“Penanganan darurat langsung dilakukan dengan menutup bagian tebing yang longsor menggunakan terpal. Kami juga memastikan kondisi warga yang tinggal di sekitar lokasi tetap aman,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Pria yang akrab disapa Ari itu kembali meninjau lokasi longsor pada Minggu pagi. Selain memantau perkembangan retakan tanah, BPBD juga menyalurkan tambahan terpal untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat hujan masih berpotensi turun.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Dari hasil pemantauan lapangan, BPBD memastikan terdapat enam titik longsor di wilayah Desa Kamal. Koordinasi pun telah dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama jika hujan lebat berlangsung dalam waktu lama. Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir meningkatkan potensi longsor,” kata Ari.

Secara geografis, Desa Kamal berada di kawasan lereng perbukitan yang memang rawan pergerakan tanah saat musim hujan. BPBD meminta warga segera melapor kepada perangkat desa atau petugas jika menemukan tanda-tanda retakan tanah atau longsoran kecil di sekitar permukiman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|