REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Hilirisasi bauksit dinilai membuka jalan bagi Indonesia untuk mengembangkan mineral strategis bernilai tambah sekaligus memperkuat fondasi industri nasional. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi produk utama, tetapi juga optimalisasi mineral ikutan dan produk samping dari proses pengolahan.
Penguatan hilirisasi itu tercermin dari pelepasan ekspor 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina (CGA) dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Produk tersebut dikirim ke Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Tiongkok.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan pengembangan hilirisasi mineral perlu dilanjutkan dengan mengoptimalkan potensi yang muncul dari setiap tahapan pengolahan. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan berasal dari mineral ikutan untuk menghasilkan nilai ekonomi baru.
“Jika Indonesia mampu memisahkan LTJ dari mineral ikutannya secara ekonomis dan efisien, sesungguhnya Indonesia sudah menjadi negara pengolah LTJ,” kata Dany, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE) dapat ditemukan pada mineral alami maupun sejumlah sumber non-konvensional. Sumber tersebut antara lain residu bauksit, terak nikel, dan produk samping pengolahan timah.
Pengembangan LTJ menjadi semakin strategis karena mineral tersebut dibutuhkan berbagai industri masa depan. Kebutuhannya mencakup kendaraan listrik, energi terbarukan, elektronik, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
Menurut Dany, pengembangan LTJ masih membutuhkan kepastian regulasi, terutama karena sejumlah unsur tersebut hadir sebagai mineral ikutan dalam kadar yang sangat rendah. Karena itu, diperlukan ambang batas kandungan yang jelas dan proporsional untuk membedakan LTJ sebagai mineral utama dan unsur ikutan dalam komoditas ekspor.
Kondisi tersebut penting diperhatikan karena keberadaan LTJ dalam kadar rendah tidak serta-merta membuat suatu komoditas layak diekstraksi sebagai produk LTJ. Unsur seperti serium dan lantanum, misalnya, dapat ditemukan hingga satuan part per million (ppm).
MIND ID bersama Badan Industri Mineral (BIM) dan didukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini menyusun roadmap teknologi pengolahan dan pemurnian LTJ nasional. Penyusunan tersebut mencakup pemetaan sumber bahan baku serta teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan pengolahan LTJ di dalam negeri.
Dany mengatakan penguatan kemampuan pengolahan mineral strategis menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian industri nasional. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus dibuka untuk mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.

5 hours ago
7















































