Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Ingatkan Masyarakat tak Merokok di Hutan

1 hour ago 1

Asap dan kobaran api terlihat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (9/8/2026) dini hari. Kebakaran hutan dan lahan tersebut meluas hingga diperkirakan mencapai 176 hektare akibat hembusan angin dan masih menyisakan sejumlah titik api, sementara petugas terus melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok di hutan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di musim kemarau ini pun, ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar apapun.

"Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas," ucap dia, Senin (10/8/2026).

Ia menegaskan agar selama musim kemarau masyarakat tidak membakar apapun. Sehingga tidak berpotensi terjadi kebakaran.

"Pokoknya gini deh, di selama kemarau ini jangan main dengan api, ya," ucap dia.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat terdampak bencana kekeringan. Dengan rincian, 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota tersebut mengalami bencana kekeringan.

"Wilayah terdampak kekeringan sebanyak 89 kecamatan di 15 kabupaten dan kota di Jawa Barat," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Dari 15 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan, ia menyebutkan wilayah Kabupaten Bogor paling terdampak dengan 24 kecamatan mengalami kekeringan. Disusul Kabupaten Tasikmalaya dengan 12 titik kecamatan alami kekeringan dan Kabupaten Bekasi dengan 9 titik kecamatan.

Sementara itu, jumlah warga yang terdampak mencapai 61.505 kepala keluarga atau 205.567 jiwa. Dengan kondisi bencana kekeringan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

"4 juta liter air bersih telah didistribusikan ke 15 kabupaten dan kota," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|