Belajar dari Founder Klinik Gigi yang Punya Dua Ribu Pasien per Hari: Bisnis Harus Berdampak

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Founder dan CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, meminta para pemilik bisnis kesehatan untuk tidak melihat pertumbuhan hanya dari peningkatan revenue dan jumlah cabang. Menurut Ita, bisnis harus dilihat dari seberapa besar manfaat yang dapat diciptakan bagi pelanggan, tim, dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan drg.Ita dalam Clinic Growth Masterclass for Owner yang diselenggarakan Aksoro Business School. Ita mengungkapkan perjalanan FDC dari bisnis kesehatan sederhana hingga berkembang menjadi ekosistem layanan kesehatan gigi berbasis teknologi. Menurut dia, untuk bertumbuh, membutuhkan perubahan cara berpikir growth mindset seorang founder, dari sekadar menjalankan bisnis menjadi membangun sistem, manusia, dan dampak.

Melalui studi kasus, dia mengajak peserta menjawab tiga keputusan penting seorang business owner. Keputusan apa yang akan anda ambil sebagai business owner dalam kondisi ekspansi: Where to Grow, Who to Build, dan What Impact to Create.

Pemilik klinik dinilai perlu menentukan ekspansi berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat yang ingin diselesaikan, bukan hanya melihat potensi pasar. FDC sendiri tumbuh dari upaya menjawab tiga hambatan masyarakat dalam mengakses dokter gigi, yaitu persepsi mahal, rasa takut, dan proses yang dianggap lama.

“Pertumbuhan perusahaan seharusnya memperbesar manfaat, bukan hanya revenue. Ketika bisnis semakin besar, akses kesehatan, kualitas pelayanan, kesempatan bagi tim untuk berkembang, dan dampak kepada masyarakat juga harus ikut bertumbuh,” ujar Ita.

Pertumbuhan juga menuntut founder untuk mengembangkan team. Dalam materi Leadership Journey: From Me, We, Us,  drg. Ita menggambarkan perubahan kepemimpinan dari leading myself, menjadi leading people, hingga akhirnya leading impact. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|