Menyambut Hari Kartini 2026, Kemendikdasmen RI menggelar diskusi bertajuk Perempuan dan Pendidikan di Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (22/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Semangat pahlawan nasional Raden Ajeng (RA) Kartini kembali digaungkan dalam ruang dialog pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggandeng Poros Pelajar dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Perempuan dan Pendidikan" yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, pada Selasa (21/1/2026).
Kepala Biro Umum Kemendikdasmen RI Herdiana menegaskan, RA Kartini bukan sekadar sosok yang dikenang setiap tanggal kelahirannya, yakni 21 April. Sang pahlawan pun menyimbolkan energi gerakan perempuan Indonesia yang terus relevan hingga kini. Menurutnya, perjuangan tokoh asal Jepara, Jawa Tengah, ini tentang pendidikan, keadilan, dan kesetaraan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
“Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, berbicara tentang keadilan, juga tentang kesempatan, itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini,” ujar Herdiana dalam sambutannya, dikutip dari pernyataan tertulis pada Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, perempuan memiliki tiga peran strategis dalam pendidikan. Pertama, sebagai pendidik karakter, terutama dalam keluarga, di mana ibu menjadi tempat pertama anak belajar nilai kehidupan. Kedua, sebagai pilar generasi yang menentukan kualitas masa depan bangsa. Ketiga, sebagai fondasi pendidikan sejak anak masih dalam kandungan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal, Desi Elvera Dewi, menyoroti adanya peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan. Namun, ia mengingatkan masih terdapat kesenjangan dalam keterlibatan perempuan di sektor kerja dan sosial-ekonomi.

1 hour ago
1
















































