Founder KedaiKopi: Aspirasi Publik Perlu Dibaca sebagai Masukan untuk Kebijakan Ekonomi

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Hendri Satrio menilai berbagai ekspresi yang muncul di ruang publik, termasuk dalam aksi mahasiswa, dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam membaca dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, aspirasi yang disampaikan melalui simbol budaya, lagu, maupun berbagai bentuk ekspresi lainnya sering kali mencerminkan pengalaman yang dirasakan sebagian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Ada syair lagu yang dipopulerkan oleh seorang pemimpin agama ternama yang sayup-sayup mulai kembali terdengar, terakhir di demo mahasiswa belakangan ini. Menurut saya pemerintah perlu menangkap ini sebagai sinyal bahwa sebagian masyarakat merasa kondisi ekonomi semakin menekan mereka," ujar Hensa kepada wartawan.

Lagu yang dimaksud adalah versi plesetan dari lagu anak-anak "Naik-naik ke Puncak Gunung" yang pernah dipopulerkan Habib Rizieq Shihab pada 2017. Lirik tersebut berisi gambaran mengenai kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan bakar, listrik, hingga harga kebutuhan pokok.

Bagi Hensa, yang terpenting bukanlah bentuk lagunya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Ia menilai ekspresi semacam itu dapat menjadi pengingat bagi para pembuat kebijakan untuk terus memperhatikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat, terutama terkait daya beli dan biaya hidup.

"Jangan diremehkan syairnya, karena kuat sekali pesannya. Mereka berbicara tentang harga BBM, tarif listrik, harga cabai, dan bagaimana masyarakat merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Hensa menilai pemerintah memiliki kesempatan untuk menjadikan berbagai aspirasi publik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan. Dengan memahami keresahan yang berkembang, langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia juga menyoroti kenaikan harga Pertamax yang meskipun merupakan bahan bakar nonsubsidi, tetap memiliki dampak terhadap kelompok masyarakat tertentu, khususnya kelas menengah.

Menurutnya, kondisi ekonomi kelompok menengah tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan ekosistem perekonomian nasional karena aktivitas konsumsi dan produktivitas kelompok tersebut turut memengaruhi sektor-sektor lainnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|