Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis ditemui di Lapangan Pakembinangun pada Kamis (5/5/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — PSS Sleman akan menghadapi Garudayaksa FC pada partai final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026).
Laga ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim tampil impresif sepanjang musim reguler dan sama-sama berstatus juara grup.
PSS Sleman melaju ke final setelah menjadi pemuncak Grup 2 dengan koleksi 56 poin dari 27 pertandingan. Sementara Garudayaksa FC keluar sebagai juara Grup 1 dengan torehan 52 poin.
Pernah Bertemu di Laga Uji Coba
Meski berada di grup berbeda, kedua tim sebelumnya sempat bertemu dalam pertandingan uji coba pada Desember 2025 lalu. Saat itu, PSS berhasil menang tipis 1-0 lewat gol pemain asing mereka, Frederic Injai.
Namun, Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai hasil laga uji coba tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk partai final.
“Iya itu kan enggak jadi barometer,” kata Ansyari, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, atmosfer pertandingan final tentu berbeda dibanding laga persahabatan. Kedua tim disebut sudah saling mempelajari kekuatan lawan masing-masing.
PSS Sudah Kantongi Analisis Lawan
Ansyari mengungkapkan tim pelatih PSS telah melakukan analisis mendalam terhadap pola permainan Garudayaksa FC menjelang laga puncak musim ini.
“Intinya kami juga sudah tahu mereka, mereka juga mungkin sudah tahu dari kami,” ujarnya.
“Kami sudah menganalisis bagaimana cara mereka bermain. Mudah-mudahan pemain sudah paham apa yang akan mereka lakukan di partai final nanti,” imbuhnya.
Ia menilai keberhasilan Garudayaksa FC menembus final membuktikan kualitas lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Artinya mereka bisa sampai saat ini berarti timnya bagus, punya kualitas, punya materi pemain bagus, punya pelatih bagus. Jadi saya kira pertandingan nanti sangat menarik,” tuturnya.
Dukungan Suporter Jadi Energi Tambahan
Bermain di kandang sendiri disebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Super Elja. Dukungan ribuan suporter di Stadion Maguwoharjo diyakini mampu menambah motivasi pemain di lapangan.
“Ya pastilah jadi keuntungan. Kami punya suporter yang luar biasa, dukungan suporter pasti menjadikan energi buat pemain,” ungkap Ansyari.
“Mudah-mudahan kita bisa membahagiakan suporter,” tandasnya.
Partai final ini sekaligus menjadi momentum penting bagi PSS Sleman untuk menutup musim dengan gelar juara sekaligus menegaskan kesiapan mereka bersaing di kasta tertinggi musim depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































