Wisata DIY Maret 2026 Menguat, Kunjungan Wisnus Tembus 3,7 Juta

1 hour ago 2

Wisata DIY Maret 2026 Menguat, Kunjungan Wisnus Tembus 3,7 Juta Foto ilustrasi kendaraan di Simpang Gardu Anim saat akan memasuki kawasan Malioboro saat libur panjang. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi.

Harianjogja.com, JOGJA—Pariwisata DIY pada Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum libur dan kegiatan keagamaan. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat lonjakan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), hingga peningkatan aktivitas perhotelan di wilayah DIY.

Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan jumlah perjalanan wisnus ke DIY selama Maret 2026 mencapai 3,7 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 21,90% dibandingkan Februari 2026 secara bulanan atau month-to-month (mtm), serta naik 21,10% dibandingkan Maret 2025 secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Dari total perjalanan tersebut, sebanyak 1,48 juta perjalanan atau 39,35% merupakan perjalanan antar kabupaten/kota dalam DIY (intra). Sementara perjalanan antarprovinsi atau interprovinsi mencapai 2,28 juta perjalanan atau sebesar 60,65%.

Menurut Endang, hampir seluruh wilayah di DIY mengalami peningkatan pergerakan wisatawan domestik sepanjang Maret 2026. Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi secara bulanan, yakni mencapai 75,19%. Adapun Kota Jogja justru mengalami penurunan sebesar 4,27%.

“Kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Gunungkidul yang tumbuh 75,19% secara bulanan, sementara Kota Jogja mengalami penurunan sebesar 4,27%,” jelasnya dikutip, Kamis (7/5/2026).

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus ke DIY selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 10,38 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 1,38% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Selain wisatawan domestik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga mencatat pertumbuhan signifikan secara tahunan. Pada Maret 2026, kunjungan wisman mencapai 6.530 kunjungan atau naik 105,02% dibandingkan Maret tahun lalu.

Meski demikian, secara bulanan jumlah tersebut mengalami penurunan 11,57% dibandingkan Februari 2026. Endang mengatakan secara akumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari–Maret 2026 mencapai 20.705 kunjungan atau tumbuh 29,50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisman yang datang langsung ke DIY selama Maret 2026 didominasi wisatawan asal Malaysia sebanyak 1.807 kunjungan atau 27,67% dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Singapura dengan 625 kunjungan atau 9,57%, serta Jepang sebanyak 240 kunjungan atau 3,68%.

“Secara kawasan, kontribusi terbesar berasal dari ASEAN dengan pangsa mencapai 71,13% dari total kunjungan,” paparnya.

Dari sektor akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di DIY selama Maret 2026 tercatat sebesar 38,71%. Angka ini turun 3,60 poin dibandingkan Februari 2026, tetapi meningkat cukup tinggi yakni 15,56 poin dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya justru mengalami kenaikan tingkat hunian sebesar 1,52 poin secara bulanan dan naik 9,25 poin secara tahunan.

Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang tercatat 1,48 malam, sedangkan hotel nonbintang mencapai 1,18 malam. Kondisi tersebut relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS DIY juga mencatat jumlah tamu hotel pada Maret 2026 mencapai 595.138 orang atau meningkat 11,58% dibandingkan Februari 2026. Dari total tersebut, sebanyak 58,49% tamu menginap di hotel berbintang dan 97,48% merupakan wisatawan domestik.

Menurut Endang, peningkatan pariwisata DIY pada Maret 2026 menjadi sinyal positif terhadap pemulihan sektor wisata dan perhotelan di wilayah ini. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode libur dan kegiatan keagamaan turut mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan maupun okupansi hotel di DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|