Penataan lahan yang dilakukan di Padukuhan Pantog Kulon untuk disulap jadi agrowisata belum lama ini dilanjutkan dengan penanaman 75 pohon durian. - Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengembangan agrowisata durian di Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo terus berlanjut. Saat ini, proses pembangunan difokuskan pada penataan lahan di Padukuhan Pantog Kulon guna mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis pertanian sekaligus mengurangi risiko longsor di wilayah tersebut.
Konsep agrowisata yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk sektor pariwisata, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga dan penguatan komoditas pertanian lokal unggulan, khususnya durian Kalibawang.
Manajemen PT Inti Nusantara Perkasa, Anton Supriyono, mengatakan penataan lahan dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap ancaman longsor yang selama ini kerap mengintai kawasan permukiman warga.
“Penataan lahan yang kami lakukan juga sebagai mitigasi terhadap longsor yang kerap mengancam wilayah setempat,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Tebing Diratakan untuk Kurangi Risiko Longsor
Anton menjelaskan penataan dilakukan dengan meratakan sejumlah tebing tinggi yang berada di dekat permukiman warga. Langkah tersebut dilakukan agar lingkungan sekitar menjadi lebih aman sekaligus mendukung pengembangan kawasan agrowisata secara bertahap.
Menurut dia, keberadaan tebing curam selama ini menimbulkan kekhawatiran warga ketika hujan deras turun karena rawan terjadi longsor.
“Tebing-tebing tinggi ini di bawahnya terdapat permukiman sehingga warga ingin lebih datar. Jika dilakukan swadaya masyarakat tentu biayanya sangat besar,” ucapnya.
Selain meratakan tebing, pihak pengembang juga akan melengkapi kawasan tersebut dengan sistem drainase untuk menekan potensi pergerakan tanah dan limpasan air hujan.
Target Tanam 1.500 Pohon Durian
Agrowisata Banjaroyo nantinya akan mengusung konsep kebun durian unggulan khas Kalibawang sebagai daya tarik utama wisata. Saat ini, sebanyak 75 pohon durian telah ditanam dan jumlahnya akan terus bertambah secara bertahap menyesuaikan proses penataan lahan.
“Saat ini 75 pohon sudah ditanam. Kami menargetkan sekitar 1.500 pohon yang penanamannya dilakukan bertahap sesuai penataan lahan,” ungkap Anton.
Ia mengklaim pengembangan kawasan wisata tersebut mendapatkan dukungan masyarakat sekitar karena dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.
Tokoh masyarakat Banjaroyo, Martaji, berharap penataan lahan yang sedang berjalan dapat mempercepat terwujudnya kebun durian produktif yang nantinya menjadi destinasi wisata baru di Kulonprogo.
“Harapan kami penataan yang berjalan bisa segera merealisasikan menjadi agrowisata durian,” tegasnya.
Warga Mengaku Lebih Tenang
Sementara itu, warga Padukuhan Pantog Kulon, Suroto, mengaku penataan lahan membuat kondisi lingkungan di sekitar rumahnya menjadi lebih aman.
Ia menuturkan sebelumnya rumah miliknya berada sangat dekat dengan tebing tinggi sehingga menimbulkan rasa khawatir saat hujan turun karena rawan longsor.
“Kalau hujan masih ada tebing tinggi saya was-was. Sekarang mending agak jauh dari rumah tebingnya sehingga tidak cemas longsor,” jelasnya.
Penataan kawasan agrowisata Banjaroyo tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan destinasi wisata baru berbasis durian unggulan Kalibawang, tetapi juga menjadi solusi penataan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































