Dispar Jayapura: Pengembangan wisata perlu dukungan masyarakat adat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Papua, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata Jayapura memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari masyarakat adat setempat. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury, di Jayapura pada Selasa.
Menurut Richard, sebagian besar potensi wisata di wilayah tersebut berada di atas tanah adat atau hak ulayat. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat adat menjadi kunci utama dalam pengembangan sektor pariwisata.
"Pengembangan pariwisata di Kota Jayapura tidak bisa berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemilik hak ulayat," katanya.
Richard menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat di 14 kampung diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi wisata berbasis masyarakat adat dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
"Untuk itu, pihak adat harus bersama-sama dengan pemerintah membangun potensi yang ada," ujarnya.
Komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan tren positif dalam kemajuan pariwisata di ibu kota Provinsi Papua tersebut. Richard menambahkan, jika sektor pariwisata maju dan berkembang, selain meningkatkan daya tarik wisatawan, hal itu diyakini akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat adat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong berbagai program untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan pariwisata. Program tersebut meliputi pelatihan pengolahan kuliner lokal dan pengembangan kerajinan tangan bagi masyarakat di kampung adat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 day ago
7
















































