Diplomat dan Mahasiswa Sembilan Negara Ramaikan Festival Lintas Budaya di UMB

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Mercu Buana (UMB) mendorong kampus menjadi ruang diplomasi budaya sekaligus penguatan kompetensi global mahasiswa melalui Intercultural Festival 2026. Festival yang menghadirkan mahasiswa dan perwakilan diplomatik dari sembilan negara itu menjadi upaya kampus memperluas internasionalisasi melalui pertukaran budaya.

Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu hidup dan bekerja dalam masyarakat global yang semakin terhubung.

“Festival ini bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah pengingat bahwa meskipun kita berasal dari negara, bahasa, tradisi, dan latar belakang yang berbeda, kita dipersatukan oleh kemanusiaan dan semangat untuk saling belajar. Pendidikan tinggi harus membekali mahasiswa dengan perspektif global, kompetensi lintas budaya, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Andi dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026). 

Festival yang diselenggarakan Biro Kerja Sama Universitas Mercu Buana itu menghadirkan mahasiswa dari Indonesia, Yaman, Rwanda, Somalia, Filipina, Suriah, Rusia, Timor Leste, dan Pakistan. Berbagai stan menampilkan kuliner, minuman tradisional, pakaian khas, permainan, hingga pertunjukan seni dari masing-masing negara.

Andi menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi kampus membangun lingkungan akademik yang terbuka terhadap keberagaman sekaligus memperluas jejaring internasional.

Menurut Andi, Intercultural Festival diharapkan menjadi jembatan persahabatan, memperkuat kolaborasi akademik, dan mengikis berbagai prasangka yang masih muncul akibat perbedaan budaya.

Kehadiran para chargé d’affaires, atase pendidikan, dan perwakilan diplomatik negara sahabat turut memperkuat peran kampus sebagai ruang diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy).

Istri Duta Besar Yaman, Knooz Saggaf Abdulrahman Al-Saggaf mengatakan, festival tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal budaya dari berbagai negara.

“Dari event ini kita bisa berkenalan dengan macam-macam adat dan budaya negara lain. Terima kasih atas sambutan dan persiapan yang sangat luar biasa. Semoga setiap tahunnya acaranya semakin baik,” ujar Knooz.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana Irmulansati Tomohardjo mengatakan, Intercultural Festival diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan jejaring internasional yang lebih luas.

Festival juga melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa Jepang, UKM Korea Selatan, serta Unit Kewirausahaan Universitas Mercu Buana di bawah pembinaan inkubator bisnis kampus. Berbagai aktivitas interaktif memberi kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Universitas Mercu Buana menilai pengalaman lintas budaya menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi, berpikir terbuka, dan membangun jejaring internasional sebagai modal memasuki dunia profesional.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|