Di Balik Gim, Ada Mimpi yang tak Pernah Main-main

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik layar ponsel dan gemerlap panggung digital, ada denyut baru yang perlahan mengubah wajah generasi muda Indonesia. Ia tidak selalu terlihat di ruang kelas, tetapi hadir dalam kompetisi, komunitas, dan percakapan lintas kota hingga lintas negara. Di sanalah esports tumbuh, bukan sekadar permainan, melainkan ruang baru bagi mimpi, kerja keras, dan identitas zaman.

Awal Mei 2026 nanti, denyut itu akan terasa lebih kuat di Ho Chi Minh City, Vietnam. Tim nasional esports Indonesia bersiap melangkah ke SEA Esports Nation Cup 2026, sebuah ajang yang untuk pertama kalinya mempertemukan kekuatan nasional di Asia Tenggara dalam satu panggung kompetisi yang terstruktur.

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar keikutsertaan, melainkan pernyataan: bahwa negeri ini siap berdiri sejajar di tengah lanskap esports regional yang kian kompetitif .

Ketua Badan Tim Nasional Esports Wishnu Buddhaya menyebut momentum ini sebagai langkah strategis. Di balik istilah kompetisi dan sistem berjenjang, tersimpan harapan yang lebih luas, yakni membangun fondasi prestasi jangka panjang dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem esports kawasan yang terus berkembang.

Di dalam negeri, semangat itu juga menjelma dalam cerita-cerita kecil yang hangat. Di Palembang, misalnya, ribuan pemain dari berbagai daerah bertarung dalam Free Fire Nusantara Series 2026 Spring.

Lebih dari 42 ribu peserta ikut ambil bagian, sebuah angka yang bukan hanya statistik, tetapi gambaran betapa luasnya mimpi yang tumbuh di dunia digital ini.

Di tengah kompetisi itu, Shadow Esports muncul sebagai juara. Kemenangan mereka bukan sekadar soal angka atau trofi, tetapi perjalanan yang penuh jatuh bangun. Setelah sempat gagal di musim sebelumnya, mereka kembali, menyusun strategi, menahan tekanan, hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan gaya yang meyakinkan.

Sebuah pengingat bahwa di balik layar permainan, ada disiplin, ketekunan, dan keyakinan yang tidak terlihat.

Kisah-kisah seperti itu mengalir seiring tumbuhnya industri gim sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar melihat lebih jauh dari sekadar permainan.

Baginya, gim adalah rantai nilai panjang yang melibatkan banyak profesi, dari pemrogram hingga seniman visual, dari penulis cerita hingga pengelola komunitas.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|