BNN-Bea Cukai Gagalkan Peredaran 2 Kg Sabu Jaringan Lintas Provinsi di Kalimantan Selatan

3 hours ago 2

Sinergi kunci dalam memutus rantai peredaran narkotika lintas provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Upaya perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika kembali menunjukkan hasil nyata.

Melalui sinergi lintas instansi, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan, Tim Interdiksi BNN, serta Bea Cukai melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat sekitar 2 kilogram yang rencananya diedarkan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sinergi tersebut menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkotika lintas provinsi yang berpotensi merusak generasi muda.

Kasus ini terungkap Rabu (4/3/2026), saat petugas mencurigai pergerakan tersangka berinisial MF (23), yang melakukan perjalanan dari Bandara Silangit, Sumatera Utara menuju Banjarmasin melalui transit di Jakarta. Tim gabungan kemudian melakukan pembuntutan intensif, bahkan hingga ke dalam pesawat.

“Jadi kami melakukan joint investigation dengan Tim Interdiksi BNN yang juga menempel (membuntuti) di dalam pesawat,” ujar Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kalsel, Kombes Pol Andri Koko Prabowo, SIK, MH.

Setibanya di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, tim gabungan melanjutkan pengawasan terhadap tersangka hingga diketahui menginap di sebuah penginapan di sekitar bandara dengan membawa koper berwarna merah.

Keesokan harinya, Kamis (5/3/2026), petugas menggeledah yang ditempati tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua bungkusan berisi serbuk kristal yang disembunyikan dalam lipatan selimut di dalam koper. Setelah dilakukan pengujian laboratorium, serbuk ini dipastikan narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 2 kilogram.

“Sabu kami temukan disembunyikan dalam lipatan selimut. Dan setelah ditimbang, beratnya sekitar 2 kilogram,” kata Kombes Andri Koko dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti.

Keberhasilan pengungkapan ini tidak hanya menghentikan peredaran narkotika, juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Khususnya melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba serta menekan potensi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalbagsel, Heri Setiyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang terus berkembang.

“Kami akan terus bersinergi dan memang narkoba menjadi masalah kita bersama. Banyak sekali modus berkembang yang harus kita antisipasi agar generasi muda kita lebih banyak lagi yang bisa diselamatkan, juga untuk menekan biaya rehabilitasi,” katanya dalam keterangan, Senin (6/4/2026).

Sinergi BNN dan Bea Cukai ini wujud komitmen pemerintah memperkuat pengawasan serta menutup celah peredaran narkotika, khususnya melalui jalur transportasi udara.

Dengan kerja sama yang solid, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat semakin efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat luas.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|