REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dulu, pola yang umum terjadi adalah kuliah dulu, lulus, baru mulai cari kerja. Namun, sekarang pola itu mulai berubah. Banyak mahasiswa justru sudah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum hari wisuda tiba.
Bukan kebetulan, tapi karena mereka sudah menyiapkan satu hal penting sejak awal, yakni skill. Di dunia kerja saat ini, ijazah saja tidak cukup. Perusahaan lebih tertarik pada kandidat yang sudah punya keterampilan, pengalaman, dan pemahaman tentang dunia industri.
Itulah sebabnya banyak mahasiswa yang mulai fokus membangun kemampuan sejak masih kuliah, baik melalui proyek, magang, maupun pelatihan tambahan.
Bagi generasi muda yang ingin lebih cepat masuk ke dunia kerja, langkah pertama yang perlu dilakukan, memperkuat skill yang relevan dengan kebutuhan industri.
Skill teknis seperti kemampuan teknologi, analisis data, atau pengembangan digital menjadi sangat penting, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Selain itu, soft skill seperti komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim, hingga problem solving menjadi nilai tambah. Kombinasi hard skill dan soft skill inilah yang membuat mahasiswa lebih siap bersaing ketika memasuki dunia kerja.
Kesadaran inilah yang kemudian mendorong banyak perguruan tinggi mulai menghubungkan proses belajar dengan kebutuhan industri. Salah satunya Cyber University (Universitas Siber Indonesia), kampus yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia.
Cyber University tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, juga membantu mahasiswa mempersiapkan karier sejak dini melalui Career Center. Unit ini berperan sebagai jembatan strategis antara mahasiswa, alumni, dan dunia industri.
Melalui Career Center, mahasiswa dapat memperoleh berbagai informasi penting seperti lowongan kerja, peluang magang, bimbingan karier, hingga pelatihan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Dengan dukungan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, juga dipersiapkan untuk memahami kebutuhan dunia kerja yang sebenarnya.
Selain itu, Cyber University punya Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa kuliah 3 tahun dan 1 tahun magang di perusahaan. Hasilnya, banyak mahasiswa dan alumni Cyber University mendapatkan kesempatan berkarier bahkan sebelum wisuda.
Salah satunya Azaryafet Ferdinand, alumnus Program Studi Digital Entrepreneur (Kewirausahaan) Cyber University yang kini menjadi bagian dari tim strategis Customer Experience Group PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).
Pengalaman Azaryafet menunjukkan ketika mahasiswa memiliki skill yang kuat dan kesiapan menghadapi dunia profesional, peluang untuk masuk ke perusahaan besar bisa terbuka lebih cepat.
Namun, jalan karier tidak selalu harus melalui perusahaan besar. Ada juga lulusan yang memilih membangun jalannya sendiri sesuai passion.
Hal ini terlihat dari Triarto Setiyo, alumnus Cyber University yang sukses meniti karier sebagai web developer. Pernah meniti karier sebagai System Administrator membuat Setiyo yakin membangun usahanya sendiri dengan mendirikan CV Raden Gemilang lewat brand Radehnhost.com.
Dengan keterampilan yang dikembangkan selama kuliah, Triarto memilih fokus pada bidang yang memang ia minati di dunia digital. Kemampuan teknis yang dimiliki membuatnya mampu membangun karier di industri teknologi yang terus berkembang.
Dari berbagai kisah tersebut, satu hal menjadi semakin jelas, kunci agar bisa masuk dunia kerja lebih cepat adalah skill. Semakin cepat mahasiswa membangun kemampuan yang relevan dengan industri, semakin besar pula peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum wisuda.
Karena di era sekarang, dunia kerja tidak lagi hanya bertanya “Kamu lulusan mana?”tetapi lebih pada “Kamu bisa melakukan apa?”

8 hours ago
3
















































