Foto ilustrasi Yoga. / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Aktivitas fisik intens dalam durasi singkat mulai diakui sebagai cara efektif menekan risiko penyakit kronis. Temuan terbaru menunjukkan, menambahkan sedikit aktivitas dengan intensitas tinggi dalam rutinitas harian sudah cukup memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Studi yang dipublikasikan di European Heart Journal dan dikutip oleh EatingWell, Rabu (15/4/2026) menyoroti bahwa bukan hanya durasi olahraga yang penting, tetapi juga tingkat intensitasnya.
Dampak Besar dari Porsi Kecil Aktivitas
Peneliti menganalisis data dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 96 ribu pengguna pelacak kebugaran serta lebih dari 375 ribu responden survei aktivitas fisik. Para partisipan dipantau dalam rentang waktu panjang, sekitar 9 hingga 14 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang menyisipkan lebih dari 4 persen aktivitas intens dalam total aktivitas mingguan mengalami penurunan risiko berbagai penyakit kronis secara signifikan.
Risiko Penyakit Menurun Tajam
Kelompok dengan aktivitas intens tersebut tercatat memiliki risiko penyakit jantung 31 persen lebih rendah. Selain itu, risiko penyakit ginjal kronis turun hingga 41 persen dan gangguan pernapasan kronis berkurang 44 persen.
Penurunan yang lebih besar terlihat pada beberapa penyakit lain. Risiko diabetes tipe dua turun hingga 60 persen, sementara demensia menurun 63 persen. Bahkan, risiko kematian dari berbagai penyebab juga lebih rendah hingga 46 persen.
Intensitas Lebih Berpengaruh pada Kondisi Tertentu
Penelitian ini juga menemukan bahwa setiap jenis penyakit merespons aktivitas fisik secara berbeda. Pada penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan hati, durasi dan intensitas sama-sama berperan penting.
Namun, untuk kondisi seperti demensia dan penyakit inflamasi, intensitas aktivitas justru menjadi faktor utama yang memberikan dampak perlindungan.
Tak Perlu Lama yang Penting Tepat
Peneliti menegaskan manfaat tersebut tidak harus dicapai dengan olahraga berat dalam waktu panjang. Cukup dengan memastikan sebagian kecil aktivitas harian memiliki intensitas tinggi.
Contohnya bisa berupa jogging singkat, naik tangga dengan cepat, atau aktivitas lain yang membuat detak jantung meningkat dan napas lebih cepat. Tambahan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens dalam seminggu sudah dapat memberikan manfaat signifikan.
Tetap Perlu Dilihat Secara Menyeluruh
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, penggunaan pelacak kebugaran dalam waktu terbatas serta data berbasis laporan mandiri menjadi bagian dari keterbatasan studi.
Namun demikian, temuan ini memperkuat pandangan bahwa perubahan kecil dalam aktivitas sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Dengan pendekatan yang lebih realistis, olahraga tidak lagi harus memakan waktu lama, tetapi cukup dilakukan secara konsisten dengan intensitas yang tepat untuk membantu menurunkan risiko penyakit kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































