Jepang Kucurkan Dana Besar untuk Amankan Minyak Asia Tenggara

4 hours ago 1

Harianjogja.com, TOKYO—Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah mendorong Jepang menyiapkan bantuan besar bagi negara-negara Asia Tenggara guna menjaga pasokan energi tetap aman.

Pemerintah Jepang memutuskan mengucurkan dana sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp171 triliun dalam bentuk pinjaman untuk membantu negara-negara di kawasan tersebut.

Bantuan ini ditujukan untuk memastikan negara-negara Asia Tenggara tetap mampu mengamankan pasokan minyak mentah di tengah tekanan harga global.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan mengumumkan rencana tersebut dalam rapat daring bersama para pemimpin Asia Tenggara dalam waktu dekat.

Kekhawatiran Rantai Pasok Energi

Langkah ini diambil karena Jepang memiliki ketergantungan terhadap produk turunan minyak dari kawasan Asia Tenggara.

Produk tersebut antara lain digunakan untuk kebutuhan penting seperti sektor medis dan industri.

Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Minoru Kihara menyebut penguatan kerja sama energi menjadi langkah strategis di tengah kondisi global yang tidak pasti.

“Kami mempertimbangkan kerja sama dengan negara-negara Asia untuk mengamankan pasokan produk minyak bumi dan memperkuat rantai pasok,” ujarnya.

Di sisi lain, negara-negara Asia Tenggara juga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga minyak.

Keterbatasan cadangan minyak di kawasan ini membuat kemampuan impor menjadi lebih rentan terhadap gejolak harga global.

Skema Pinjaman untuk Stabilitas Energi

Pemerintah Jepang akan menyalurkan bantuan melalui skema pinjaman, salah satunya melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengurangi risiko gangguan ekonomi yang lebih luas.

Gangguan dalam pasokan minyak dinilai dapat berdampak serius, tidak hanya pada sektor energi tetapi juga pada layanan kesehatan dan industri di Jepang.

Karena itu, langkah intervensi finansial ini menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk menghadapi dampak konflik global.

Dengan dukungan pendanaan tersebut, Jepang berharap rantai pasok energi di kawasan Asia tetap terjaga dan stabil di tengah ketidakpastian geopolitik.

Selain menyalurkan pinjaman kepada negara-negara Asia Tenggara, Jepang juga menyiapkan langkah antisipatif lain untuk menjaga ketahanan energi domestik di tengah krisis global.

Hingga akhir 2025, Jepang tercatat memiliki cadangan minyak strategis yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri selama sekitar 254 hari.

Cadangan ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk meredam dampak lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah sekaligus menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|