Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 13:27 WIB

Pasukan militer Rusia menembakkan Rudal ke wilayah Ukraina/ The Moscow Times.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Intelijen militer Ukraina menemukan modul Nvidia Jetson Orin pada sisa-sisa rudal jelajah Rusia S-71 Monochrome yang digunakan dalam serangan terhadap Ukraina. Temuan tersebut menjadi sorotan karena Nvidia telah menghentikan seluruh operasi bisnisnya di Rusia sejak 2022.
Dilansir dari The Register, Minggu (16/8/2026), Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR) melaporkan keberadaan modul Nvidia tersebut pada rudal S-71 Monochrome.
Rudal S-71M merupakan senjata yang diluncurkan dari udara dengan kemampuan otonom. Senjata itu dilaporkan dapat mencari dan menyerang target menggunakan sensor optik serta sistem komputasi bawaan.
"Penggunaan komponen ini dapat menjadi indikasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan pada rudal tersebut," ungkap GUR dalam laporannya.
Chip Nvidia Jetson Orin NX 16GB
Foto yang dirilis GUR memperlihatkan chip Nvidia dalam kondisi gosong dan terbakar. Pada permukaannya terdapat kode identifikasi TE980M-A1.
Kode tersebut menunjukkan bahwa komponen yang ditemukan merupakan unit Jetson Orin NX 16GB yang baru dirilis Nvidia pada awal 2023. Chip itu memiliki kemampuan yang cukup untuk mendukung sistem otonom, meski tidak termasuk perangkat keras dengan kemampuan setara pusat data.
Sistem Orin memang dirancang Nvidia untuk kebutuhan seperti kendaraan atau senjata otonom. Seri Jetson sendiri ditujukan untuk perangkat otonom, termasuk robot dan drone.
Nvidia merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat sekaligus produsen chip dan GPU terbesar di dunia. Perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain kunci dalam perkembangan teknologi AI global.
Rusia Diduga Dapatkan Chip Lewat Jalur Lain
Temuan chip Nvidia pada rudal Rusia juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana komponen tersebut bisa sampai ke Rusia.
Nvidia diketahui telah menutup seluruh operasi bisnisnya di Rusia sejak 2022 setelah Moskow menyerang Ukraina. Penutupan itu berlangsung sebelum peluncuran chip TE980M-A1, yang berarti komponen tersebut pasti sampai ke tangan Rusia melalui jalur lain setelah Nvidia menghentikan penjualan langsung ke negara tersebut.
GUR menyebut temuan itu menunjukkan kemampuan manufaktur teknologi Rusia sendiri masih belum memadai. Menurut badan intelijen Ukraina tersebut, Rusia masih bergantung pada komponen asing untuk mengembangkan senjata canggih.
"Penemuan Nvidia Jetson pada rudal baru Rusia sekali lagi menunjukkan perlunya peningkatan tekanan sanksi serta koordinasi upaya dari dunia yang beradab," tegas GUR.
Nvidia Sebut Jetson Produk Kelas Konsumen
Nvidia memberikan penjelasan terkait keberadaan modul Orin pada rudal Rusia tersebut. Perusahaan menyebut Orin merupakan produk kelas konsumen yang tersedia secara bebas dan ditujukan untuk berbagai kebutuhan sipil, bukan penggunaan militer.
Nvidia juga mengatakan produk Jetson bekas dapat diperoleh melalui berbagai saluran penjualan kembali. Perusahaan menyatakan tidak dapat melacak produk setelah terjual, tetapi akan mengambil tindakan apabila menemukan pelanggan yang melanggar aturan kontrol ekspor AS.
"Jetson bekas banyak tersedia melalui berbagai saluran penjualan kembali. Meski kami tidak dapat melacak produk setelah terjual, jika kami menemukan ada pelanggan yang melanggar aturan kontrol ekspor AS, kami akan mengambil tindakan yang sesuai," demikian pernyataan resmi Nvidia kepada The Register.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































