ByteDance Janji Perketat AI Seedance 2.0 Setelah 'Disemprot' Studio Film Hollywood

5 hours ago 4

Seorang wanita menggunakan teleponnya di depan gedung markas Bytedance di Shanghai, China, 3 Agustus 2020. ByteDance, menyatakan akan memperkuat sistem keamanan pada alat pembuat video AI mereka yang kontroversial, Seedance 2.0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri teknologi dunia diguncang ketegangan antara inovasi kecerdasan buatan (AI) dan hak kekayaan intelektual (IP). Raksasa teknologi asal China, ByteDance, menyatakan akan memperkuat sistem keamanan pada alat pembuat video AI mereka yang kontroversial, Seedance 2.0.

Keputusan ini diambil setelah adanya peringatandari studio-studio besar Hollywood serta kecaman dari berbagai serikat industri perfilman global yang merasa karya mereka dieksploitasi secara ilegal. Induk perusahaan TikTok ini menyatakan kepada BBC News bahwa mereka sangat menghargai hak kekayaan intelektual dan telah mendengar kekhawatiran yang berkembang terkait Seedance 2.0.

Pihak ByteDance berjanji akan menangani isu sensitif ini agar tidak berlanjut ke meja hijau. "Akan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan saat ini seiring upaya kami mencegah penggunaan hak kekayaan intelektual dan kemiripan wajah tanpa izin oleh pengguna," jelas perwakilan ByteDance dilansir laman Variety pada Senin (16/2/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, Disney melayangkan surat peringatan dan menuduh ByteDance melakukan aksi "perampokan" virtual terhadap IP milik mereka. Disney menuding platform tersebut telah memuat perpustakaan bajakan yang berisi karakter berhak cipta dari Marvel, Star Wars, dan waralaba besar lainnya. Disney merasa geram karena karakter ikonik mereka diperlakukan seolah-olah merupakan klip art domain publik yang gratis untuk digunakan siapa saja tanpa izin atau kompensasi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|