BSI Perkuat Pembiayaan UMKM Halal, Akui Data Masih Jadi Kendala

9 hours ago 6

VP Business Strategy Islamic Ecosystem Group BSI, Yosita Nur Wirdayanti, saat menjadi pembicara di acara Islamic Finance Dialogue di Soehana Hall Jakarta, Rabu (1/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor halal. Dukungan yang diberikan mulai dari pembiayaan, sertifikasi halal, hingga pendampingan usaha agar UMKM dapat naik kelas.

VP Business Strategy Islamic Ecosystem Group BSI, Yosita Nur Wirdayanti, mengatakan pengembangan ekosistem halal BSI mengacu pada peta jalan yang disusun Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut dia, keterhubungan antara lembaga keuangan syariah dan ekosistem ekonomi syariah menjadi salah satu fokus dalam pengembangan industri.

“BSI ingin mengambil peran karena kami merupakan bank syariah terbesar di Indonesia,” ujar Yosita dalam Islamic Finance Dialogue di Soehana Hall Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu bentuk dukungan kepada UMKM adalah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah. Selain itu, BSI juga menyediakan berbagai layanan transaksi dan pembiayaan sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Yosita mengungkapkan, porsi pembiayaan UMKM di BSI telah mencapai lebih dari 20 persen dari total pembiayaan perseroan. “Artinya, secara bank kami memang masuk ke segmen UMKM,” kata dia.

Selain pembiayaan, BSI juga bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan KNEKS untuk membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal melalui program Zona KHAS. Di sisi pengembangan usaha, BSI memiliki empat Sentra UMKM yang berlokasi di Aceh, Surabaya, Makassar, dan Kalimantan. Perseroan juga menjalankan program Talenta Wirausaha BSI yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan bagi pelaku usaha dan rintisan bisnis di sektor halal. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|