Personel Blackpink. ANTARA - HO/Instagram @blackpink
Harianjogja.com, JOGJA—Grup K-pop global BLACKPINK kembali mencetak sejarah. Album mini terbaru mereka, DEADLINE, terjual 1,46 juta kopi hanya dalam 24 jam seusai dirilis, memecahkan rekor penjualan hari pertama di industri musik.
Agensi YG Entertainment mengonfirmasi angka penjualan tersebut sekaligus menyebutnya sebagai standar baru di pasar global.
Bahkan, dalam dua setengah hari seusai perilisan, total penjualan fisik album dilaporkan telah mencapai 1.470.920 kopi, mempertegas dominasi kuartet asal Korea Selatan tersebut.
Dominasi Global dan Kolaborasi Internasional
Album DEADLINE tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga memuncaki tangga lagu iTunes Top Albums di 38 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Di China, BLACKPINK menduduki peringkat atas platform QQ Music.
Lagu utama berjudul “Go” menjadi sorotan utama. Tembang ini memadukan unsur trap, EDM, dan hip-hop, serta ditulis bersama vokalis Chris Martin dari Coldplay bersama ROSÉ.
Berikut daftar lagu dalam album DEADLINE:
- Jump – Lagu prarilis bernuansa EDM energik.
- Go – Lagu utama; kolaborasi dengan Chris Martin.
- Me and My – Mengusung konsep hip-hop bernuansa retro.
- Champion – Lagu bertema heroik dengan sentuhan musisi internasional.
- Fxxxboy – Trek emosional dengan nuansa melankolis mendalam.
Rekor YouTube dan Spotify
Video musik “Go” mencatat 32 juta penayangan dalam waktu singkat di YouTube. Saat live premiere berlangsung, sebanyak 26 juta penonton disebut menyaksikan secara bersamaan hingga memicu gangguan server.
Tak hanya itu, kanal YouTube resmi BLACKPINK juga menembus 100 juta pelanggan, menjadikan mereka artis musik pertama yang meraih Red Diamond Play Button.
Di platform Spotify, album ini mengumpulkan lebih dari 16,9 juta pemutaran pada hari pertama perilisan, memperkuat posisi mereka sebagai ikon K-pop global.
Produksi Tambahan Disiapkan
Melonjaknya permintaan pasar membuat YG Entertainment memutuskan untuk menambah produksi album fisik. Meski sempat muncul perbincangan di kalangan penggemar terkait dominasi lirik berbahasa Inggris, hal itu tidak menyurutkan antusiasme publik.
Keberhasilan DEADLINE menegaskan posisi BLACKPINK sebagai salah satu grup perempuan paling berpengaruh di industri musik dunia saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































