Bendera Pelaku Genosida di RS Indonesia, MER-C: Kembalikan Hak Warga Gaza

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pada 20 April 2026, beredar foto di berbagai platform media, spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer penjajah Israel di sisi timur laut gedung Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza. Spanduk bertuliskan “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan” dipasang dalam rangka Hari Paskah Yahudi.

Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026. Tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atap RS Indonesia. Saat ini, menurut sumber lokal MER-C di Gaza, gedung RS Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas.

Menanggapi kejadian tersebut, MER-C Indonesia menegaskan bahwa penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel merupakan kejahatan kemanusiaan. Penyalahgunaan fungsi bangunan RS Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, serta tindakan yang memprovokasi moral masyarakat Palestina dan Indonesia.

"MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal," kata MER-C Indonesia dalam pernyataan resminya.

RS Indonesia adalah bukti solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Pembangunan RS Indonesia yang diinisiasi MER-C dari hasil donasi masyarakat Indonesia mulai dibangun pada 14 Mei 2011. Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi pada 27 Desember 2015 setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membukanya, dan diresmikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016 di Jakarta. 

Selama genosida, rumah sakit ini telah menjadi bukti usaha warga Gaza menjaga kedaulatan dan mempertahankan nilai kemanusiaan. Sejak Oktober 2023 sampai Oktober 2025, militer Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan ke RS Indonesia dan wilayah sekitarnya.

Baru-baru ini, pasukan Israel memasang spanduk bertuliskan "Rising Lion" di reruntuhan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengatakan bahwa seharusnya pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksimalkan fungsi RS Indonesia di Gaza agar tetap dalam penguasaan Indonesia.

"Seharusnya Indonesia melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksimalkan fungsi RS Indonesia dan tetap dalam penguasaan Indonesia," kata Kiai Cholil kepada Republika, Kamis (23/4/2026).

Mengenai posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump, Kiai Cholil mengatakan bahwa sudah jelas posisi Indonesia minta keluar dari BoP karena BoP sudah tidak bisa dipercaya.

"Kalau posisi Indonesia di BoP sudah jelas, posisi Indonesia minta keluar dari BoP sejak awal karena sudah tak percaya bahwa BoP untuk perdamaian apalagi untuk kemerdekaan Palestina," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|