Bagaimana Kelanjutan Program Sekolah Maung? Ini Penjelasan Gubernur KDM

2 hours ago 3

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) memberikan kabar terkait perkembangan terbaru program sekolah Maung yang sempat diwacanakan beberapa waktu lalu. Ia menyebut, sekolah maung akan mulai berjalan di lapangan pada tahun ini.

"Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi," ucap dia, Kamis (23/4/2026).

Ia menuturkan, anak-anak berprestasi bisa masuk ke sekolah Maung di bidang akademik maupun non akademik seperti seni, olahraga, dan industri kreatif. Dedi menerapkan sekolah Maung kepada sekolah unggulan.

"Gak dibangun, kita meng-update sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya gini, Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit. Nah sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang diisi oleh anak-anak yang punya prestasi," kata dia.

Ia menyebut, pihaknya juga berencana menambah ruang kelas, menambah teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai. Para siswa yang mendaftar dipersilahkan kemudian akan diseleksi kualifikasi pendidikan akademik dan non akademik.

Dedi menyebut, pendaftarannya hingga anak bersekolah di Sekolah Maung tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, pihaknya akan berkomunikasi dengan orang tua siswa yang memiliki penghasilan besar apakah berkenan jika turut berkontribusi.

"Kita sedang pelajari dan kita komunikasikan, tidak boleh melanggar," kata dia.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, persiapan sekolah Maung sudah sampai pada tahap pembahasan petunjuk teknis di lapangan. Beberapa persiapan untuk lokasi sekolah juga tengah dibahas.

"Sekolah Maung ini kan lagi disusun juknisnya, pedomannya, termasuk apa FPMB-nya. Ini lagi marathon terus tiap hari," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|