Anak/anak menonton tayangan melalui gadget. / Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, MAKASSAR— Fenomena anak yang semakin jarang bergaul di lingkungan tempat tinggal mulai menjadi perhatian. Banyak anak kini hanya aktif bersosialisasi di sekolah, sementara di sekitar rumah justru kehilangan interaksi karena terlalu sering bermain gawai.
Kondisi ini disorot oleh Abdul Mu'ti saat menghadiri Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (28/3/2026). Ia melihat pola pergaulan anak mengalami pergeseran yang cukup mencolok.
“Saya menengarai sekarang banyak anak sekolah yang punya teman sekelas, tapi tidak punya teman di sekitar rumah. Jadi di sekolah punya teman, tapi di lingkungan tempat tinggalnya tidak punya teman karena tidak bergaul,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan menjadi salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut. Anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital dibandingkan berinteraksi langsung dengan teman sebaya.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah mendorong adanya pembatasan penggunaan gawai bagi anak-anak. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan ruang interaksi sosial di lingkungan sekitar.
“Kita ingin anak-anak kita lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya, agar fenomena yang sekarang saya tengarai itu tidak terus terjadi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat perlindungan anak di ranah digital sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunggu Anak Siap (PP Tunas).
Penguatan tersebut dilakukan melalui regulasi di lingkungan satuan pendidikan, salah satunya lewat penerbitan Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.
“Inilah program yang kami harapkan dapat menyukseskan program Pak Presiden, membangun generasi yang kuat, generasi yang hebat, dengan berbagai aktivitas yang positif,” kata Abdul Mu'ti.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membuka kembali ruang interaksi sosial anak di lingkungan tempat tinggal yang mulai berkurang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































