Bangun Tidur Langsung Minum Air, Ini Efeknya untuk Tubuh

3 hours ago 2

Bangun Tidur Langsung Minum Air, Ini Efeknya untuk Tubuh Ilustrasi minum. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan sederhana seperti minum air putih di pagi hari ternyata mulai dikaitkan dengan perubahan nyata pada suasana hati dan kemampuan berpikir. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan, tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil dan fokus yang lebih tajam.

Temuan ini semakin menarik perhatian karena efeknya bisa dirasakan dalam waktu singkat. Bahkan, setelah tubuh tidak mendapat asupan cairan selama beberapa jam saat tidur, minum air disebut mampu membantu mengembalikan performa otak secara cepat.

Dampak Hidrasi terhadap Pikiran dan Mood

Berbagai studi mengungkapkan hubungan kuat antara hidrasi dan kondisi mental seseorang. Berikut beberapa temuan penting seperti dikutip dari PubMed, Jumat (27/3/2026):

  • Risiko depresi dan kecemasan menurun
    Studi terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa menunjukkan mereka yang minum kurang dari dua gelas air per hari memiliki risiko depresi dan kecemasan hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan yang minum lebih dari lima gelas.
  • Mood dan ketenangan lebih stabil
    Saat asupan air berkurang, seseorang cenderung merasa tegang dan kurang puas. Sebaliknya, peningkatan konsumsi air dikaitkan dengan perbaikan suasana hati.
  • Fungsi kognitif ikut terpengaruh
    Dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan konsentrasi, memori, dan performa otak. Satu gelas air di pagi hari, sekitar 500 mililiter setelah tidur, terbukti membantu meningkatkan memori dan mood.
  • Efek cepat saat bangun tidur
    Metode “front-loading” atau minum air segera setelah bangun tidur membantu tubuh kembali terhidrasi, sehingga fokus, metabolisme, dan pencernaan menjadi lebih optimal.

Kenapa Air Berpengaruh pada Otak

Air memiliki peran penting karena lebih dari 70 persen komposisi otak terdiri dari cairan. Ketika tubuh kekurangan air, keseimbangan elektrolit terganggu dan distribusi nutrisi ke sel saraf menjadi tidak optimal.

Kondisi ini juga dapat memperlambat pembuangan limbah dalam tubuh, yang berdampak pada menurunnya fungsi otak. Selain itu, dehidrasi diketahui dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol.

Akibatnya, muncul gejala seperti pusing, sakit kepala, hingga kelelahan yang akhirnya memengaruhi suasana hati menjadi lebih negatif.

Kebiasaan Sederhana dengan Dampak Nyata

Kebutuhan cairan harian umumnya berada di kisaran dua liter per hari. Dengan asupan yang cukup, tubuh dapat menjaga stabilitas emosi, meningkatkan fokus, serta menurunkan risiko gangguan mental ringan.

Menariknya, satu gelas air di pagi hari sudah cukup memberikan efek awal yang positif. Kebiasaan ini menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran kembali “aktif” setelah beristirahat sepanjang malam.

Dengan demikian, hidrasi bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga menjadi langkah kecil yang berdampak besar pada produktivitas dan kejernihan berpikir sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Pubmed

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|