Asian Games 2026: Indonesia Bertanding di 16 Cabor, Ada Peluang Raih Medali Emas

11 hours ago 6

Newswire

Newswire Minggu, 20 September 2026 06:17 WIB

 Indonesia Bertanding di 16 Cabor, Ada Peluang Raih Medali Emas

Atlet teqball putri Indonesia Sumaya mengembalikan bola ke arah atlet teqball putri India Quimcy Dsouza pada pertandingan semifinal tunggal putri teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Sabtu (19/9/2026). Sumaya memastikan diri lolos ke partai final teqball tunggal putri usai menang rubber set (7-12, 12-9 dan 12-7)./Antara-Fauzan

Harianjogja.com, NAGOYA— Kontingen Indonesia langsung menghadapi jadwal padat pada hari pertama pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu (20/9/2026). Sebanyak 16 cabang olahraga yang diikuti Indonesia mulai bertanding sehari setelah upacara pembukaan, dengan satu peluang emas berada di depan mata.

Persaingan berlangsung di tiga klaster pertandingan, yakni Aichi, Tokyo, dan Gifu. Sejumlah atlet Indonesia bahkan langsung menjalani babak final maupun pertandingan penting pada hari pertama kompetisi.

Peluang emas Indonesia datang dari cabang olahraga teqball. Sumaya akan menghadapi atlet Myanmar pada final tunggal putri. Jika berhasil menjadi juara, Sumaya akan mencatat sejarah sebagai peraih medali emas pertama teqball yang debut dalam Asian Games.

Soft Tenis Berpeluang Sumbang Medali

Selain teqball, Indonesia berpeluang mendapatkan medali pertama dari soft tenis nomor beregu putra. Fernando Sanger dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Jepang pada babak semifinal.

Apabila berhasil melewati Jepang, tim beregu putra soft tenis Indonesia akan bertemu Korea Selatan atau Taipei di final untuk memperebutkan medali emas.

Cabang triathlon juga menurunkan empat atlet Indonesia. Muhammad Noval Ashidiq dan Rashif Amila Yaqin tampil pada nomor individual putra, sedangkan Martina Ayu Pratiwi dan Kayla Nadia Shafa mengikuti nomor individual putri.

Dari balap sepeda jalan raya, Ayustina Delia Priatna dan Maulana Astnan Al Hayat turun pada nomor individual time trial putri dan putra. Pertandingan berlangsung di Shinshiro Cycling Road Course.

Wushu hingga Sepak Takraw

Wushu menjadi cabang lain yang mengawali persaingan Indonesia. Seraf Naro Siregar tampil pada nomor changquan putra, sedangkan Tharisa Dea Florentina turun di kelas 52 kilogram dan Jumanta pada kelas 70 kilogram.

Pada sepak takraw, tim putra Indonesia dijadwalkan menghadapi Laos dalam fase grup. Tim putri Indonesia juga menjalani pertandingan fase grup dengan menghadapi Korea Selatan.

Sementara itu, Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan tampil pada bulutangkis beregu putri menghadapi Mongolia pada babak 16 besar tunggal putri.

Cabang menembak juga menurunkan tiga atlet Indonesia. Dominique Rachmawati Karini, Audrey Zahra Dhiyaannisa, dan Yasmin Figlia Achadiat tampil pada nomor 10 meter air rifle putri serta nomor 10 meter air rifle beregu putri.

Bola Voli, Tenis Meja, dan Karate

Pada bola voli putri, Indonesia menghadapi Thailand pada babak perempat final. Sementara itu, tenis meja mempertandingkan tim Indonesia melawan India dan Pakistan dalam fase grup.

Karate juga menggelar sejumlah nomor pertandingan yang diikuti wakil Indonesia. Marzella Sekar Damayanti tampil pada nomor individual kata putri, sedangkan Muhammad Tegar Januar turun pada nomor kumite -55 kilogram putra.

Selain cabang-cabang tersebut, Indonesia juga ambil bagian dalam modern pentathlon, bola voli pantai, dan mixed martial arts.

Atlet Indonesia Bertanding di Tokyo dan Gifu

Persaingan kontingen Indonesia tidak hanya berlangsung di Aichi. Di Tokyo, sejumlah atlet renang Indonesia dijadwalkan bertanding di Tokyo Aquatics Centre.

Sementara itu, di Gifu, tim hoki putra Indonesia menghadapi India dalam pertandingan fase grup Pool A.

Dengan pertandingan yang tersebar di tiga klaster tersebut, hari pertama kompetisi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi awal padat bagi kontingen Indonesia. Selain peluang emas dari teqball, sejumlah tim dan atlet juga harus melewati babak penting untuk menjaga peluang menuju perebutan medali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|