AFC Hukum Pemain Qatar U-17 Usai Pukul Penggawa Timnas Indonesia

5 hours ago 3

Jumali

Jumali Rabu, 13 Mei 2026 13:07 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Asian Football Confederation (AFC) akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada pemain Timnas U-17 Qatar, Amrmohamed Ezzat, setelah terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Timnas U-17 Indonesia dalam laga Piala Asia U-17 2026.

Keputusan tersebut diumumkan AFC melalui sidang Komite Disiplin dan Etik pada Selasa (12/5/2026).

Insiden terjadi saat laga Grup B Piala Asia U-17 2026 antara Qatar melawan Indonesia pada 9 Mei lalu.

Dihukum Dua Laga dan Didenda

AFC menjatuhkan hukuman tambahan kepada Amrmohamed Ezzat setelah menilai aksinya masuk kategori tindak kekerasan serius di lapangan.

Pemain Qatar itu mendapat larangan bermain dalam dua pertandingan.

Satu pertandingan merupakan hukuman otomatis akibat kartu merah langsung yang diterimanya pada menit ke-90+7.

Sementara satu laga tambahan diberikan khusus sebagai sanksi disiplin atas aksi pemukulan terhadap pemain Indonesia.

Selain hukuman larangan bermain, AFC juga menjatuhkan denda sebesar US$600 atau sekitar Rp10,5 juta.

Denda tersebut wajib dibayarkan maksimal 30 hari setelah keputusan resmi diumumkan.

Absen di Piala Dunia U-17 2026

Akibat sanksi tersebut, Amrmohamed Ezzat dipastikan tidak bisa tampil saat Qatar menghadapi China pada laga terakhir fase grup.

Tak hanya itu, hukuman juga membuatnya kehilangan kesempatan membela Qatar di putaran final Piala Dunia U-17 2026.

Keputusan tersebut menjadi pukulan besar bagi pemain muda tersebut karena harus melewatkan ajang internasional penting akibat tindakannya sendiri.

Insiden Terjadi di Injury Time

Kericuhan terjadi pada masa injury time saat pertandingan berlangsung panas.

Dalam perebutan bola, Amrmohamed Ezzat melakukan kontak fisik keras yang dinilai tidak sportif terhadap pemain Indonesia.

Wasit asal Kirgistan, Veronika Bernatskaia, yang memimpin pertandingan langsung memberikan kartu merah tanpa ragu.

Meski Qatar akhirnya menang 2-0 atas Indonesia, sorotan utama justru tertuju pada insiden kekerasan tersebut.

AFC Tegaskan Komitmen Fair Play

Langkah tegas AFC dinilai sebagai bentuk komitmen menjaga sportivitas dan integritas kompetisi usia muda di Asia.

Sanksi tambahan di luar kartu merah dianggap penting untuk memberikan efek jera bagi pemain muda agar tidak melakukan tindakan serupa di masa depan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa emosi sesaat di lapangan bisa berdampak besar terhadap karier seorang pemain, termasuk kehilangan kesempatan tampil di turnamen dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|