
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Pasar mobil listrik Indonesia mencatat pertumbuhan hampir dua kali lipat sepanjang Januari-Agustus 2026. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, distribusi mobil listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 101.171 unit, naik 99,4% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 50.749 unit.
Lonjakan tersebut membuat capaian penjualan mobil listrik sepanjang delapan bulan 2026 sudah mendekati total distribusi selama satu tahun pada 2025. Sepanjang 2025, distribusi BEV tercatat 103.931 unit, sehingga capaian hingga Agustus 2026 hanya terpaut 2.760 unit.
Data tersebut merupakan penjualan wholesales, yakni distribusi kendaraan dari pabrik atau distributor kepada dealer, yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Dengan capaian tersebut, pasar mobil listrik nasional memasuki 2026 dengan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Agustus 2026 saja, distribusi BEV mencapai 17.413 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang delapan bulan pertama tahun ini.
Sebaliknya, distribusi terendah terjadi pada Mei dengan 9.290 unit.
BEV Kuasai 60,2% Kendaraan Elektrifikasi
Mobil listrik murni atau BEV masih menjadi jenis kendaraan elektrifikasi yang paling banyak didistribusikan di Indonesia. Sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan BEV mencapai 101.171 unit.
Pada periode yang sama, kendaraan hybrid atau HEV mencatat distribusi 58.040 unit, sedangkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebanyak 8.981 unit.
Jika ketiga jenis kendaraan tersebut digabungkan, total distribusi kendaraan elektrifikasi mencapai 168.192 unit. BEV menyumbang 60,2% dari total tersebut, disusul HEV 34,5% dan PHEV 5,3%.
BEV juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap keseluruhan pasar otomotif nasional. Dari seluruh penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026, mobil listrik menyumbang 16,9%.
Artinya, secara matematis, sekitar satu dari setiap enam mobil yang terjual dalam periode tersebut merupakan mobil listrik.
BYD Masih Memimpin Merek, tetapi Jaecoo J5 Jadi Model Terlaris
Jika dilihat berdasarkan merek, BYD menjadi produsen dengan distribusi BEV terbanyak sepanjang Januari-Agustus 2026. BYD mencatatkan 33.273 unit, unggul dari Jaecoo yang berada di posisi kedua dengan 23.359 unit.
Geely menempati posisi ketiga dengan 12.176 unit, kemudian Wuling 8.905 unit dan AION 5.034 unit.
Persaingan di papan berikutnya berlangsung jauh lebih rapat. MG membukukan 3.009 unit untuk berada di posisi keenam, hanya unggul delapan unit dari Denza yang mencatatkan 3.001 unit.
VinFast berada di posisi kedelapan dengan 2.876 unit, disusul Xpeng sebanyak 2.291 unit dan Chery 2.055 unit untuk melengkapi 10 besar merek BEV.
Namun, ketika peringkat diubah berdasarkan model, pemimpin pasar justru bukan model BYD. Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang delapan bulan pertama 2026 dengan distribusi 23.359 unit.
BYD Atto 1 berada di posisi kedua dengan 19.909 unit, sedangkan Geely EX2 menempati peringkat ketiga dengan 9.769 unit.
Tiga Model BYD Masuk Lima Besar
BYD tetap menunjukkan kekuatan di tingkat model. Selain Atto 1, dua model lainnya masuk lima besar, yakni BYD M6 dengan 6.694 unit di posisi keempat dan BYD Sealion 7 dengan 4.251 unit di posisi kelima.
Jika digabungkan, ketiga model BYD tersebut menyumbang 30.854 unit distribusi selama Januari-Agustus 2026.
Wuling Darion EV berada di peringkat keenam dengan 3.733 unit. Denza D9 menyusul di posisi ketujuh dengan 3.001 unit.
Tiga model berikutnya adalah Geely EX5 sebanyak 2.407 unit, MG S5 EV 2.253 unit, dan GAC Aion V 2.228 unit. Selisih distribusi di antara ketiga model tersebut menunjukkan ketatnya persaingan di papan tengah daftar mobil listrik terlaris.
20 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026
Berikut daftar lengkap 20 mobil listrik dengan distribusi terbanyak di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 berdasarkan data wholesales Gaikindo:
| 1 | Jaecoo J5 | 23.359 unit |
| 2 | BYD Atto 1 | 19.909 unit |
| 3 | Geely EX2 | 9.769 unit |
| 4 | BYD M6 | 6.694 unit |
| 5 | BYD Sealion 7 | 4.251 unit |
| 6 | Wuling Darion EV | 3.733 unit |
| 7 | Denza D9 | 3.001 unit |
| 8 | Geely EX5 | 2.407 unit |
| 9 | MG S5 EV | 2.253 unit |
| 10 | GAC Aion V | 2.228 unit |
| 11 | VinFast VF3 | 2.073 unit |
| 12 | GAC Aion UT | 1.879 unit |
| 13 | Wuling Eksion EV | 1.860 unit |
| 14 | BYD Atto 3 | 1.694 unit |
| 15 | Wuling Aira EV | 1.475 unit |
| 16 | Xpeng X9 | 1.360 unit |
| 17 | Chery J6T | 1.140 unit |
| 18 | Xpeng G6 | 931 unit |
| 19 | Wuling Binguo EV | 784 unit |
| 20 | MG 4 EV | 665 unit |
Komposisi 20 besar tersebut memperlihatkan kuatnya kehadiran produsen asal Tiongkok di pasar BEV Indonesia. Sepuluh besar seluruhnya diisi model dari merek Tiongkok, Inggris-China, atau merek yang beroperasi dalam ekosistem produsen Tiongkok, sementara tidak terdapat model Jepang, Korea, atau Eropa dalam daftar 20 besar berdasarkan data yang diberikan.
Pertumbuhan distribusi hingga Agustus juga membuat capaian tahunan 2026 berpotensi melampaui total 2025 sebesar 103.931 unit. Namun, capaian akhir tahun tetap bergantung pada realisasi distribusi selama empat bulan terakhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































