WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan

10 hours ago 3

WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan Foto ilustrasi kuota internet. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari per pekan yang mulai berlaku 1 April 2026 diperkirakan tidak akan memicu lonjakan besar trafik data. Operator dan penyedia layanan internet disebut sudah jauh lebih siap menghadapi pola kerja baru ini.

Penilaian tersebut muncul karena skema WFH saat ini dinilai berbeda dibanding masa pandemi. Aktivitas kerja tidak sepenuhnya dilakukan dari rumah, sehingga dampaknya terhadap penggunaan data dinilai terbatas.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Muhammad Arif, menyebut peningkatan trafik saat WFH bukan hal baru. Pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi modal penting bagi industri untuk mengantisipasi kondisi serupa.

“Karena saat ini juga penetrasi broadband sudah jauh lebih baik dan terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan kesiapan jaringan saat ini ditopang oleh peningkatan penetrasi broadband dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut membuat kapasitas jaringan lebih mampu menampung tambahan trafik, meskipun tetap ada potensi kenaikan pengguna baru.

Lonjakan Diperkirakan Minim

Meski demikian, APJII masih menghitung potensi lonjakan trafik seiring penerapan WFH terbatas. Perkiraan awal menunjukkan peningkatan tidak akan signifikan karena hanya berlangsung satu hari dalam sepekan.

Berdasarkan survei APJII 2025, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66% atau setara 229,4 juta jiwa dari total populasi 284,4 juta. Angka ini terus meningkat sejak 2018 yang berada di level 64,80%, kemudian naik menjadi 73,70% pada 2020, 77,01% pada 2022, 78,19% pada 2023, dan 79,50% pada 2024.

Dari sisi akses, mayoritas masyarakat masih mengandalkan data seluler dengan porsi 74,27% pada 2025, naik dari 68,02% pada 2024. Penggunaan WiFi rumah juga meningkat menjadi 28,43% dari sebelumnya 22,38%.

Sementara itu, akses WiFi di kantor, sekolah, dan ruang publik relatif stagnan di kisaran 1% hingga 1,7%, sedangkan penggunaan tethering tercatat sebesar 0,64%.

Pelanggan fixed broadband juga mengalami kenaikan signifikan dari 27,40% pada 2024 menjadi 38,70% pada 2025. Namun, mayoritas masyarakat masih belum berlangganan layanan ini. Koneksi kabel atau fiber mendominasi dengan porsi 29,57%, diikuti nirkabel 8,08% dan satelit 1,05%.

Dari sisi operator, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk menyatakan kesiapan mendukung kebijakan tersebut. Perusahaan menilai pengalaman menghadapi lonjakan trafik saat pandemi menjadi bekal utama.

Head of External Communications XLSmart, Henry Wijayanto, mengatakan pihaknya telah memiliki strategi untuk mengantisipasi peningkatan penggunaan data.

“Kami sudah punya pengalaman menghadapi lonjakan trafik seperti itu, sehingga kami lebih siap dalam mengantisipasinya,” ujarnya.

Seiring integrasi perusahaan, XLSmart juga terus meningkatkan kualitas jaringan melalui peningkatan kecepatan unduh serta pengembangan jaringan 5G di sejumlah kota.

Sementara itu, Direktur ICT Institute, Heru Sutadi, menilai dampak WFH saat ini jauh lebih kecil dibanding periode pandemi. Saat itu, aktivitas bekerja dan belajar sepenuhnya dilakukan dari rumah sehingga memicu lonjakan trafik yang tinggi.

Menurutnya, kebijakan WFH satu hari per pekan hanya akan berdampak terbatas, dengan perkiraan kenaikan trafik sekitar 1% hingga 2% dibanding hari biasa.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan saat libur panjang atau hari raya yang bisa mencapai 12% hingga 15%.

Dengan kondisi itu, operator dinilai tidak perlu melakukan penambahan kapasitas besar-besaran. Namun, pemantauan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kenaikan trafik signifikan.

“Kalau ada wilayah tertentu yang naik signifikan, perlu di-upgrade. Kalau masih cukup, dipastikan saja kualitasnya tetap terjaga,” kata Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|