Duel 36 Menit di Axiata Arena Akhiri Perjuangan Kadek Dhinda

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Rabu, 20 Mei 2026 16:47 WIB

Duel 36 Menit di Axiata Arena Akhiri Perjuangan Kadek Dhinda

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Langkah tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, di ajang Malaysia Masters 2026 harus terhenti pada babak 32 besar setelah menghadapi lawan berat, Ratchanok Intanon, di Axiata Arena, Rabu (20/5/2026). Dalam pertandingan berdurasi 36 menit itu, Kadek Dhinda kalah dua gim langsung dengan skor identik 16-21, 16-21.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia kehilangan satu wakil di sektor tunggal putri sejak hari pertama babak utama turnamen. Meski demikian, jalannya pertandingan menunjukkan Kadek Dhinda sempat memberikan tekanan di beberapa momen penting sebelum pengalaman Ratchanok berbicara di lapangan.

Pada gim pertama, duel berlangsung ketat sejak awal dengan kedua pemain saling mengejar angka hingga empat kali kedudukan imbang. Namun, Ratchanok yang merupakan mantan juara dunia 2013 dan peraih medali emas SEA Games mulai mengambil kendali permainan setelah mencetak lima poin beruntun, memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri dari Kadek Dhinda. Interval gim pertama ditutup dengan keunggulan 11-8 untuk unggulan kedua asal Thailand tersebut.

Memasuki pertengahan gim, Kadek Dhinda sempat memperlihatkan perlawanan dengan menyamakan skor menjadi 12-12 setelah meningkatkan agresivitas serangan. Momentum tersebut sempat membuat jalannya pertandingan kembali terbuka, tetapi Ratchanok segera merespons dengan permainan lebih stabil dan menekan pertahanan lawan hingga menutup gim pertama 21-16.

Situasi serupa kembali terjadi di gim kedua. Kadek Dhinda berupaya menjaga tempo permainan, namun konsistensi Ratchanok yang kini berperingkat 7 dunia membuatnya sulit keluar dari tekanan. Meski tetap berusaha mengejar poin, Kadek Dhinda kembali harus menyerah dengan skor yang sama, 16-21.

Perbedaan pengalaman dan peringkat menjadi faktor yang cukup terlihat dalam pertandingan ini, mengingat Kadek Dhinda saat ini berada di peringkat 79 dunia. Meski kalah, penampilannya dinilai tetap memberikan gambaran perkembangan yang positif di level turnamen Super 500 seperti Malaysia Masters 2026.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tunggal putri Indonesia, namun peluang masih terbuka di sektor lain. Sejumlah wakil Indonesia seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, serta para pemain ganda masih melanjutkan perjuangan di turnamen tersebut, menjaga peluang Indonesia untuk tetap bersaing di berbagai sektor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|