Veda Ega Ungguli Hakim Danish di Klasemen Meski Kalah Top Speed

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 20 Mei 2026 14:57 WIB

Veda Ega Ungguli Hakim Danish di Klasemen Meski Kalah Top Speed

Veda Ega Pratama /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan pembalap muda Asia Tenggara di ajang Moto3 2026 terus menjadi sorotan, terutama duel antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish yang saling bersaing ketat dalam hal performa lintasan dan perolehan poin.

Berdasarkan data dari seri Moto3 Catalunya dan Moto3 Brasil 2026, perbedaan keduanya terlihat jelas pada catatan kecepatan puncak. Veda Ega yang memperkuat Honda Team Asia mencatat top speed 247,1 km/jam di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Sementara itu, Hakim Danish dari AEON Credit – MT Helmets – MSI sedikit lebih unggul dengan 248,2 km/jam saat balapan di Brasil, selisih tipis 1,1 km/jam.

Meski demikian, kecepatan di lintasan lurus tidak sepenuhnya menentukan hasil akhir balapan. Di Moto3 Brasil 2026, Hakim Danish finis di posisi ketujuh, hanya satu posisi di depan Veda Ega yang menutup balapan di urutan kedelapan. Situasi serupa juga menunjukkan bahwa keduanya berada dalam persaingan ketat di kelompok tengah.

Sebaliknya, di Moto3 Catalunya yang digelar 16–17 Mei 2026, Veda Ega tampil lebih menonjol. Memulai balapan dari posisi ke-20, ia mampu melakukan sejumlah overtaking penting dan finis di posisi kedelapan. Performa tersebut membuatnya mendapat sorotan sebagai pembalap Honda terbaik di seri tersebut menurut media otomotif Italia, GP One.

Jika melihat klasemen sementara Moto3 2026, Veda Ega Pratama berada dalam posisi lebih baik. Ia menembus lima besar dengan total 58 poin, didorong hasil penting termasuk podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 yang menjadi sejarah bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3.

Sementara itu, Hakim Danish yang unggul tipis dalam catatan top speed masih harus memperbaiki konsistensi untuk bersaing di papan atas klasemen. Ia berada di kelompok tengah, namun tetap menjadi ancaman di setiap seri berkat kemampuan akselerasi dan performa di trek lurus.

Dari dua seri tersebut, terlihat bahwa duel keduanya tidak hanya soal siapa yang tercepat di lintasan lurus. Faktor seperti stabilitas race pace, strategi menyalip, hingga kemampuan menjaga ritme balapan menjadi penentu utama hasil akhir. Dengan musim yang masih panjang, rivalitas Veda Ega Pratama dan Hakim Danish diperkirakan akan terus menjadi salah satu cerita paling menarik di Moto3 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|